Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

Archive for the ‘Opini’ Category

Rahasia Dibalik Bunga Bank

Posted by hafidzi pada 1 Maret 2009

Sekarang ini lagi hangat-hangatnya dibicarakan dibangku kuliah, yaa walaupun jauh dari yang diharapkan ternyata Universitas Al Azhar juga peduli dengan ekonomi. Oleh karenanya saya coba mecari titik temu sekaligus belajar lebih dahulu sebelum sang Doktor menjelaskan nanti di kuliahan. Kalau pun sempat nanti juga bakal melihat Saham, Bursa efek de el el…tapi kalau ada dari teman-teman yang mengerti bisa di Comment disini. yaa share ide

Rahasia dibalik bunga Bank

Bunga Bank secara mudah dapat diartikan Tambahan yang terdapat dalam akad yang berasal dari salah satu pihak, baik dari segi (perolehan) uang, materi/barang, dan atau waktu, tanpa ada usaha dari pihak yang menerima akan tambahan tersebut.
Definisi ini kiranya mampu mencakup semua jenis dan bentuk riba, baik yang pernah ada pada masa jahiliyah (riba Fadhal, riba Nasi’ah, riba Al Qardh), maupun riba yang ada pada masa sekarang ini, seperti riba bank yang mencakup bunga dari pinjaman kredit, investasi deposito, jual-beli saham dan surat berharga lainnya, dan atau riba jual-beli barang dan uang. Untuk riba yang terakhir ini contohnya banyak dan dapat berkembang pada setiap masa.
Sesungguhnya bunga yang diambil oleh penabung di bank adalah riba yang DIHARAMKAN,  karena riba adalah semua tambahan yang disyaratkan atas pokok  harta.  Artinya,  apa  yang  diambil seseorang   tanpa   melalui   usaha  perdagangan  dan  tanpa berpayah-payah sebagai tambahan atas  pokok  hartanya,  maka yang  demikian  itu  termasuk  riba.  Dalam  hal  ini  Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut)jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka     ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (Antara lain Baqarah: 278-279)
Yang dimaksud dengan tobat di  sini  ialah  seseorang  tetap pada  pokok  hartanya,  dan  berprinsip  bahwa tambahan yang timbul darinya adalah  riba.  Bunga-bunga  sebagai  tambahan atas  pokok  harta  yang diperoleh tanpa melalui persekutuan atas perkongsian, mudharakah, atau bentuk-bentuk persekutuan dagang lainnnya, adalah riba yang diharamkan. Sedangkan guru saya  Syekh  Syaltut   sepengetahuan   saya   tidak   pernah memperbolehkan  bunga  riba, hanya beliau pernah mengatakan:
“Bila keadaan darurat –baik darurat individu maupun darurat ijtima’iyah–  maka  bolehlah dipungut bunga itu.” Dalam hal ini  beliau   memperluas   makna   darurat   melebihi   yang semestinya,  dan  perluasan  beliau  ini tidak saya setujui.Yang pernah beliau fatwakan  juga  ialah  menabung  di  bank sebagai sesuatu yang lain dari bunga bank. Namun, saya tetap tidak setuju dengan pendapat ini.

Islam tidak memperbolehkan seseorang menaruh pokok  hartanya dengan  hanya  mengambil  keuntungan.  Apabila dia melakukan perkongsian,  dia  wajib  memperoleh  keuntungan   begitupun kerugiannya.  Kalau  keuntungannya sedikit, maka dia berbagi keuntungan sedikit, demikian juga jika memperoleh keuntungan yang banyak. Dan jika tidak mendapatkan keuntungan, dia juga harus menanggung kerugiannya. Inilah makna persekutuan  yang sama-sama memikul tanggung jawab.

Perbandingan  perolehan  keuntungan  yang tidak wajar antara pemilik  modal   dengan   pengelola   –misalnya   pengelola memperoleh  keuntungan  sebesar  80%-90%  sedangkan  pemilik modal  hanya  lima  atau  enam  persen–  atau   terlepasnya tanggung  jawab  pemilik  modal  ketika  pengelola mengalami kerugian, maka  cara  seperti  ini  menyimpang  dari  system ekonomi  Islam  meskipun  Syeh  Syaltut  pernah  memfatwakan kebolehannya. Semoga Allah memberi rahmat dan ampunan kepada
beliau.

Maka pertanyaan apakah dibolehkan mengambil bunga bank, saya jawab tidak boleh. Tidak halal baginya dan  tidak  boleh  ia mengambil   bunga  bank,  serta  tidaklah  memadai  jika  ia menzakati harta yang ia simpan di bank.

Kemudian langkah apa yang harus kita lakukan jika menghadapi kasus demikian?

Segala sesuatu yang haram tidak boleh dimiliki dan wajib  disedekahkan  sebagaimana  dikatakan  para  ulama muhaqqiq  (ahli tahqiq). Sedangkan sebagian ulama yang wara’ (sangat berhati-hati) berpendapat bahwa uang itu tidak boleh diambil  meskipun untuk disedekahkan, ia harus membiarkannya atau membuangnya ke laut.  Dengan  alasan,  seseorang  tidak boleh  bersedekah dengan sesuatu yang jelek. Tetapi pendapat ini bertentangan  dengan  kaidah  syar’iyyah  yang  melarang menyia-nyiakan harta dan tidak memanfaatkannya.

Harta  itu  bolehlah  diambil  dan disedekahkan kepada fakir miskin, atau disalurkan  pada  proyek-proyek  kebaikan  atau lainnya  yang  oleh  si  penabung  dipandang bermanfaat bagi kepentingan Islam dan kaum muslimin. Karena harta haram  itu –sebagaimana  saya katakan– bukanlah milik seseorang, uang itu bukan milik  bank  atau  milik  penabung,  tetapi  milik kemaslahatan umum.

Demikianlah  keadaan  harta yang haram, tidak ada manfaatnya dizakati, karena zakat itu tidak dapat  mensucikannya.  Yang dapat  mensucikan  harta ialah mengeluarkan sebagian darinya untuk zakat. Karena itulah Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak menerima sedekah dari hasil korupsi.” (HR Muslim)

Allah tidak menerima sedekah dari harta semacam ini,  karena harta  tersebut  bukan  milik  orang yang memegangnya tetapi milik umum yang dikorupsi.

Oleh sebab itu, janganlah  seseorang  mengambil  bunga  bank untuk  kepentingan  dirinya,  dan  jangan pula membiarkannya menjadi milik bank sehingga dimanfaatkan karena hal ini akan memperkuat posisi bank dalam bermuamalat secara riba. Tetapi hendaklah   ia   mengambilnya   dan   menggunakannya    pada jalan-jalan kebaikan.

Sebagian orang ada yang mengemukakan alasan bahwa sesungguhnya seseorang yang  menyimpan  uang  di  bank  juga memiliki  risiko  kerugian  jika bank itu mengalami kerugian dan  pailit,  misalnya  karena  sebab  tertentu.  Maka  saya katakan bahwa kerugian seperti itu tidak membatalkan kaidah, walaupun  si  penabung  mengalami   kerugian   akibat   dari kepailitan   atau  kebangkrutan  tersebut,  karena  hal  ini
menyimpang  dari  kaidah  yang   telah   ditetapkan.   Sebab tiap-tiap  kaidah ada penyimpangannya, dan hukum-hukum dalam syariat Ilahi  -demikian  juga  dalam  undang-undang  buatan manusia–  tidak  boleh  disandarkan  kepada perkara-perkara yang ganjil dan jarang terjadi. Semua  ulama  telah  sepakat bahwa  sesuatu  yang  jarang  terjadi  tidak dapat dijadikan sebagai  sandaran  hukum,  dan  sesuatu  yang  lebih  sering terjadi  dihukumi sebagai hukum keseluruhan. Oleh karenanya,
kejadian tertentu tidak dapat membatalkan  kaidah  kulliyyah (kaidah umum).

Menurut  kaidah  umum,  orang  yang  menabung uang (di bank) dengan  jalan  riba  hanya  mendapatkan   keuntungan   tanpa memiliki  risiko kerugian. Apabila sekali waktu ia mengalami kerugian, maka  hal  itu  merupakan  suatu  keganjilan  atau penyimpangan  dari  kondisi  normal, dan keganjilan tersebut tidak dapat dijadikan sandaran hukum.

Mungkin kita akan berkata, “Tetapi  bank  juga mengolah  uang  para  nasabah, maka mengapa saya tidak boleh mengambil keuntungannya?”

Betul  bahwa  bank  memperdagangkan  uang  tersebut,  tetapi apakah  sang  nasabah  ikut  melakukan aktivitas dagang itu. Sudah tentu tidak. Kalau nasabah  bersekutu  atau  berkongsi dengan  pihak  bank  sejak  semula, maka akadnya adalah akad berkongsi, dan  sebagai  konsekuensinya  nasabah  akan  ikut menanggung  apabila  bank  mengalami  kerugian.  Tetapi pada kenyataannya,  pada  saat  bank  mengalami   kerugian   atau
bangkrut,  maka  para  penabung  menuntut  dan  meminta uang mereka, dan pihak  bank  pun  tidak  mengingkarinya.  Bahkan kadang-kadang   pihak   bank   mengembalikan  uang  simpanan tersebut  dengan  pembagian  yang   adil   (seimbang)   jika berjumlah banyak, atau diberikannya sekaligus jika berjumlah sedikit.

Bagaimanapun juga sang nasabah tidaklah menganggap dirinya bertanggung jawab  atas  kerugian itu dan tidak pula merasa bersekutu  dalam  kerugian  bank  tersebut,  bahkan   mereka menuntut uangnya secara utuh tanpa kurang sedikit pun.

Iklan

Posted in Catatan Akhir Kuliah, Education, Opini | 13 Comments »

Liga Indonesia Rusuh Lagi nih…..

Posted by hafidzi pada 22 Juli 2008

Aneh dan kecewa…..

Permainan sepakbola memang membutuhkan konsentrasi, ketenangan dan kekuatan. Memang permainan ini sangatlah merakyat, jadi jangan heran kalau jalanan yang sepi, sering didatangi anak-anak kecil tuk bermain bola.

Kebetulan hari ini saya sedang baca berita sepakbola negara kita Indonesia, yaa alhamdulillah lah bisa berkembang, walaupun pemain luar yang menguasai klub. Gol, assist terbanyak dan pemain terbaik selalu diisi dengan pemain asing, terus kemana pemain kita?

Liga indonesia baru aja kick off, tapi ….sangat disayangkan sekali kembali lagi rusuh, walaupun saya tidak hadir melihat langsung, tapi lumayan menyedihkan. Baca entri selengkapnya »

Posted in JURNALISME, Opini | 17 Comments »

Tips Sukses Membaca

Posted by hafidzi pada 15 Juni 2008

“Gaya Membaca Mu menunjukkan pribadi Mu”

Setelah Ujian, kayaknya ada beberapa hal penting dalam hal membaca dan belajar. Yaa setelah melakukan riset tersembunyi melalui teman-teman ku satu flat.
Ada beberapa Gaya untuk mendapatkan Kepandaian yang Lebih Cepat, tapi jangan kasih tau ya kalo rahasia ini saya dapatkan dari kejadian yang menimpa kami ketika sibuk dengan ketebalan diktat mata kuliah. Bayangkan saja buku setebal 300 an halaman, harus dilahap dalam waktu tiga hari, berbahasa Arab lagi. Tapi bagi yang sudah membacanya awal bulan, bakal nyantai aja.

Jadi wajar ada beberapa cara yang mereka lakukan untuk mendapat kan hasil dari yang mereka baca, karena tidak mungkin kan dihapal semua, soalnya kalo dihapal, paling cuma bertahan satu hari, setelahnya bakal hilang. Parahnya lagi, Kita tidak bisa mengulang apa yang telah kita baca, rugi kan ? 😀

Karena saya sangat yakin, kalau kepandaian itu bisa dididik dan dapat dikembangkan, bukan karena keturunan atau tingkat kemampuan otak kita. Melainkan bagaimana cara kita menyirami pikiran ini biar terus bersemai.
Jadi jangan takut, apalagi sampai putus asa, kalo kita itu BODOH, hanya dengan alasan
“Orang tua gw aja petani, ngapain gw tinggi tinggi sekolah, toh akhirnya jg bakal jadi petani” Ngga….ngga sama sekali, itu pernyataan yang sangat salah.
Bagaimanapun juga, sifat ini sangat mendasar, jadi sangat mudah bagi siapa saja tuk meningkatkan kemampuan belajarnya… Baca entri selengkapnya »

Posted in Education, Opini | 56 Comments »

Sulit Menulis?

Posted by hafidzi pada 2 April 2008

Sulit Menulis? Pengen Cepat Selesai?

Dapatkan solusinya disini

Memang hal yang paling sering dialami bagi seorang pemula, adalah sulitnya memulai tulisan. Apakah dari huruf A atau B atau C? semua hanyalah khayalan, disini saya mencoba menulis beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita bingung mau menulis dari mana dan apa?

Berdasarkan dari hasil eksperimen saya terhadap diri sendiri, oleh karenanya lah saya mencoba untuk berbagi bagi yang memerlukan.

Sebelum masuk kedalam kertas kerja dan keybord, alangkah baiknya kita -menentukan tema yang bakal kita tulis

-Membuat kerangka karangan
-Hal yang bisa diambil si pembaca apa?
-Persoalan yang diangkat dalam tulisan
-Solusi dan harapan si penulis atau langsung ke kesimpulan

Pernyataan di atas hanyalah merupakan sebagian dari penilaian bobot tulisan yang baik, ada lagi yang bisa membuat keren tulisan bahkan bisa menarik perhatian si pembaca antara lain:

1. Tulisan kita bermisi
2. Menyuarakan tentang sesuatu (kebenaran) yang sedang terjadi3. Bisa menyihir sebagai pemberi semangat
4. Mampu untuk mengajak pembaca berpikir dan bertindak
5. Mengkomunikasikan pesan yang jelas
Baca entri selengkapnya »

Posted in Education, Opini | 8 Comments »

“Budaya Bullying yang merajalela”

Posted by hafidzi pada 19 Februari 2008

Refleksi HUT KMKM ke 50

“Budaya Bullying yang merajalela”

Genap sudah umur KMKM setengah abad, sebuah bilangan yang cukup tua bagi kita. Sudah banyak pengalaman hidup yang ditempuh oleh KMKM, selama 50 tahun ini beraneka ragam kegiatan aktifitas dan sebagainya sudah dilalui. Akan tetapi ada satu budaya yang penulis rasa dalam tiga tahun terakhir ini yang tidak pernah hilang, bahkan semakin tahun semakin parah, yaitu Bullying.

Setelah bangsa ini dilanda krisis ekonomi, sekarang bangsa ini sedang dilanda krisis remaja, bukan hanya di Indonesia, akan tetapi di Mesir juga. Akan tetapi tidak separah dari arti bullying yang sebenarnya. Karena arti bully itu adalah tindak kekerasan fisik dan mental, dan warisan yang didapat dari sebagian pergaulan di KMKM adalah tindak kekerasan mental. Baca entri selengkapnya »

Posted in Education, Opini, Papadaan | 2 Comments »

Apakah Benar Jesus itu Tuhan?

Posted by hafidzi pada 29 Januari 2008

Saya hanya mencoba menelusuri kebenaran tentang Jesus atau Yesus ini. Karena banyak sekali perbedaan antara yang saya ketahui ketika di Indonesia dan sekarang yang ada di Mesir, atau biasa disebut dengan Kristen KOPTIK.
Sebagian penganut agama Yesus mengklaim kalau Isa.AS adalah Tuhan, karena salah satu dari “HOLY TRINITY”. Sedangkan disini Isa tetap dianggap sebagai Manusia biasa yang dipilih Tuhan tuk menyebarkan ajaran Kitab Injil, yaa walaupun sudah terjadi perubahan isinya, karena salah satu tujuan dakwah Isa.As adalah menyembah Allah Swt, Tuhan semesta alam, tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan.
However, the very Bible which is used as a basis for knowledge about Jesus and as the basis for doctrine within Christianity clearly belies this claim.

Sebenarnya ga mo bikin ribut, cuma pengen tau aja.bagi diri sendiri. Dan setelah lama diteliti ternyata banyak sekali perbedaan antara seorang Tuhan dan Hamba, yaa hanya sedikit bermodalkan kitab Injil sekarang.

1. God Is All Knowing…..But Jesus Was Not
Apakah ini benar? Ketika berbica tentang the Day of Judgement, Jesus clearly gave evidence of a limitation on his knowledge when he said, “But of that day and hour knoweth no man, no, not the angels which are in Heaven, neither the son, but the Father.” (Mark 13:32 and Matt. 24:36) But God knows all. Baca entri selengkapnya »

Posted in Education, Islami, Opini | 70 Comments »

Kelurahan Ketupat

Posted by hafidzi pada 16 Oktober 2007

Lebaran tiba lagi, berlalu sudah sebuah bulan yang mulia dari kurnia Sang Khaliq kepada hamba-Nya. Kalau suatu ketika dahulu, Sayydina Abu Bakar mengalirkan air matanya ketika mengenangkan perginya Ramadhan, kini berapa beratkah kepergian Ramadhan itu bagi kita…? Sedih, ataukah diri ini sedikitpun tidak ada perasaan? Hanya Allah yang mengetahui hati kita yang kadang sok suci ini. Kali ini Lintas Borneo akan berjalan-jalan ke Ibukota Kalimantan Selatan, Banjarmasin, tepatnya di di jantung kota Banjarmasin yaitu Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Baca entri selengkapnya »

Posted in Education, Opini | Leave a Comment »

Bentuk Tulisan

Posted by hafidzi pada 7 April 2007

Esai bukanlah sekadar rekaman fakta-fakta atau hasil imajinasi murni. Tulisan yang Anda buat dalam pelajaran sejarah yang dipenuhi dengan fakta-fakta yang dikumpulkan dari berbagai referensi mungkin nampak seperti sebuah esai. Namun, seberapa pun cermatnya Anda dalam menulis ulang semua fakta tersebut, meskipun dengan bahasa Anda sendiri, tulisan itu bukanlah esai. Esai juga bukan kejadian atau pengalaman yang Anda tuliskan dalam pelajaran bahasa, tak peduli betapa nyata, cerdas, menyentuh, berurutan, jelas, rinci, dan lengkapnya tulisan Anda itu. Baca entri selengkapnya »

Posted in JURNALISME, Opini | Komentar Dinonaktifkan pada Bentuk Tulisan

Ketika Sumpah Pemuda …. dipertanyakan

Posted by hafidzi pada 29 Oktober 2006

Hari ini tepatnya tanggal 28 Oktober 2006, adalah hari perayaan sumpah pemuda, mungkin jarang orang mengingatnya dikarenakan ini bukan masalah yang ritual.

Satu yang sangat bagus kita lihat bersama untuk sumpah pemuda ini adalah:

“Kami putra putri indonesia berbahasa satu bahasa indonesia” Baca entri selengkapnya »

Posted in Dear Diary, Opini | 1 Comment »

Misteri Alam Gaib

Posted by hafidzi pada 11 September 2006

Misteri ini terjadi kira-kira 15 tahun yang lalu. Tepatnya ketika aku berumur 4 tahun. Pada usia itu, aku termasuk anak kecil yang imut dan manis. Namun aku mempunyai sifat pemalu, pendiam dan sedikit tertutup kepada orang lain, bahkan kepada orang tua dan saudara-saudaraku sendiri. Aku anak ke 4 dari 6 bersaudara. Dan aku mempunyai seorang adik yang 25 bulan lebih muda dariku.

Pada suatu malam, entah kenapa aku tidak bisa tidur. Kupaksakan mataku untuk tidur, tapi tetap saja tidak bisa. Baca entri selengkapnya »

Posted in Opini, Papadaan, Sastra | 16 Comments »