Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

Archive for the ‘Oase’ Category

kata kata hikmah

The Secret Of God Seekers

Posted by hafidzi pada 13 Oktober 2009

Sufi

Sufi

Sufism in their view is the soul exercises and efforts to prevent mold from morality to bring humiliation to the morals and good fellow to bring praise and reward the world Here and after. Like be patient, be afraid and hope to Allah, sincere, life as it is, and everything to do with morality and the sacred way to worship Allah, it’s the secret of god seekers One of them, I’ll bring today is the “Sincere”, taken from when I attended a study week with grand Syeikh Yusuf Al Hasani last week and also from the my great teacher. Rasulullah Saw Said in the hadith qudsi, “Ma Yazaalu Abdi Yataqarrabu ilayya min nawaafili hatta uhibbahu….” Anyone Baca entri selengkapnya »

Posted in Catatan Akhir Kuliah, Education, Islami, Oase | 6 Comments »

Keliling Mesir dengan Kamera Fujifilm Finepix s5200/ s5600

Posted by hafidzi pada 29 Mei 2007

Ah…, sudah beberapa hari ini aku hanya bolak balik melihat kegemaranku, kamera. ya, kamera. Barang yang ku idamkan dalam beberapa minggu ini, setiap kali melihat internet, selalu pengen lihat kamera digital, salah satunya adalah Fujifilm Finepix s5200 atau yang sekarang dengan seri s5600, dengan spesifikasi yang bagus dan aku merasa bakalan cocok menemaniku berkeliling kota mesir ini. Tapi satu yang menjadi penghambat barang yang ku inginkan, sampai sekarang belum ketemu di negeri kuno ini, walaupun ada, harga yang ditawarkan sangat tidak bersahabat sebagai seorang mahasiswa. Baca entri selengkapnya »

Posted in Dear Diary, Oase | 10 Comments »

Semangat Kunci Kebahagian

Posted by hafidzi pada 29 Oktober 2006

29 Oktober ’06

Bismillahirahmanirrahim

Kepribadian manusia sangat tergantung kepada suasana hati yang dipengaruhi
pikiran. Seumpama teko, ia hanya mengeluarkan isinya. Bila isinya teh, maka
yang keluar pun teh. Kalau isinya air bening, maka teko itu pun hanya
mengeluarkan air bening.

Demikian halnya dengan kepribadian seseorang. Bila hatinya sedang diliputi Baca entri selengkapnya »

Posted in Oase | 4 Comments »

Pantaskah…?

Posted by hafidzi pada 28 Oktober 2006

28 Okt ’06

Tidak terasa musim dingin sudah menyapa kulit masisir, musim yang biasanya dimulai dari bulan oktober sampai 5 bulan kedepan, tidak lah mudah, bukan masalah dinginnya, akan tetapi bangku kuliah kini mulai dipadati orang-orang Arab dan Asing.

Ya, awal semester kembali dijumpai di awal pertengahan Oktober ini, awal ajaran baru bagi para mahasiswa dalam menempuh pendidikan di Al Azhar University Cairo, Baca entri selengkapnya »

Posted in Dear Diary, Oase | Leave a Comment »

Puasa Menumbuhkan Sifat Malu

Posted by hafidzi pada 8 Oktober 2006

Secara kasat mata, di tengah berbagai tawaran dunia gemerlap, gaya hidup hedonisme, paham materialistik, dan berbagai kenikmatan lainnya, seperti sekarang ini, kita mafhum jika salah satu bagian dari iman manusia sudah mulai terdegredasi dan bahkan mulai hilang, yakni sifat al-haya’ atau perasaan malu (al-hayaau syu’batun minal iman). Ujian dan cobaan yang menerpa perasaan malu kita untuk tidak berbuat dosa dan pelanggaran sungguh luar biasa, karena hampir setiap hari kita dijejali oleh suatu pelanggaran atau paling tidak yang mengarah kepada pelanggaran terhadap hokum-hukum Allah. Baca entri selengkapnya »

Posted in Oase | 2 Comments »

Izinkan aku memelukmu kembali

Posted by hafidzi pada 27 September 2006

Hari kian menua

Tubuh semakin renta

Apa yang kudapat selama ini

Hati mulai sedih, ketika kulihat apa saja hasil yang telah kudapat dalam setahun ini, apakah memperoleh keuntungan atau balik modal? Baca entri selengkapnya »

Posted in Dear Diary, Oase | Leave a Comment »

Kenali Dirimu Tentukan Tujuan Mu

Posted by hafidzi pada 11 September 2006

Selera dan gaya hidup seringkali tak berbanding lurus dengan penghasilan yang diperoleh. Banyak orang yang kemudian mengorbankan banyak hal demi berburu
kesenangan sesaat.

Banyak orang beranggapan, hidup memang untuk dinikmati. Tak heran jika kemudian mereka berprinsip “yang penting senang” dan bagaimana menciptakan
kehidupan yang “serba ada”. Tak peduli bagaimana caranya. Harga diri pun siap digadaikan demi memenuhi selera dan tuntutan gaya hidup yang dianutnya. Sehingga karena ingin hidup senang, akhirnya terlena untuk menimbang akibat buruk yang bakal timbul di
kemudian hari. Melupakan urusan diri sendiri padahal diri ini dituntut memiliki kesiapan bila pada saatnya harus kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Walhasil, banyak yang dininabobokkan dengan ‘kesenangan’ sehingga seolah tidak ada hari perhitungan, hisab dan pertanggungjawaban di hadapan
Allah Subhanahu wa Ta’ala. Baca entri selengkapnya »

Posted in Oase, Sastra | 1 Comment »