Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

Kapan Malam Lailatul Qadr?

Posted by hafidzi pada 13 September 2006

Surah al-Qadr yang diturunkan di Mekkah setelah hijrahnya Nabi ke Madinah itu hanya berjumlah lima ayat, isinya berkisar tentang suatu malam yang dijanjikan yang didokumentasikan alam dengan gempita. Suatu malam komunikasi antara bumi dengan mala’ul a’la. Malam dimulai turunnya al Quran pada kalbu Muhammad SAW. Malam agung yang tak ada duanya di persada alam, keagungannya, tanda-tandanya, dan efeknya bagi seluruh kehidupan manusia. Keagungan yang tak bisa dideteksi nalar: “Sesungguhnya Kami turunkan ia di Malam Qadr. Tahukah kamu apa itu Malam Qadr? Malam Qadr itu lebih baik dari seribu bulan” (Al-Qadr: 1-3)

Teks alQuran yang selama nya akan menerangi alam semesta ini,ada satu malam yang didalamnya terdapat keberkahan yang sangat luas, malam itu berada disalah satu dari malam bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, Dalam riwayat Ibnu Ishak, bahwa wahyu pertama pada awal surat al-Alaq juga pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW, saat itu, sedang bertahannus di gua Hira.

Banyak sekali hadis yang berbicara mengenai malam seribu bulan ini.

Apa malam lailatul qadr ini? kita semua akan bertanya-tanya,Sesuai dengan derivasi ‘qadr’ yang mengandung banyak arti, secara etimologis qadr diartikan taqdir (kepastian). Adapula yang mengartikan tadbir (perenungan). Bisa juga berarti qimmah (supremasi) atau maqam (posisi). Kedua makna terakhir ini yang paling selaras dengan dahsyatnya malam Lailatul Qadr, peristiwa turunnya al-Quran, wahyu dan risalah. Tak ada satupun yang lebih besar dan lebih hebat dari malam itu. Tak ada sesuatupun yang bisa menunjukkan keagungan Tuhan pada diri seorang hamba.

Mengenai waktu terjadinya Lailatul Qadr, para ulama beragam pendapat. Ibnu Hajar menyebutkan lebih dari 40 pendapat. Namun, bila kita membaca hadits-hadits Nabi SAW, dapat kita simpulkan sebagai berikut :
~ Lailatul Qadr terjadi setiap tahun di bulan suci Ramadhan, terutama pada malam-malam
sepuluh hari terakhir ketika Rasulullah SAW melakukan I’tikaf, “Apabila memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah saja menghidupkan malam-malamnya dengan
beribadah. Beliau membangunkan istrinya, bersungguh-sungguh dan serius bribadah,”
(HR Bukhari dan Muslim)
~ Lebih utamanya pada malam-malam ganjil, yaitu 21,23, 25, 27 , dan 29. Rasulullah SAW bersabda, “Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan,” (HR Bukhari dan Muslim)
~ Lebih spesifik lagi adalah pada tanggal 27 Ramadhan menurut pendapat mayoritas ulama dan
tanggal 21 menurut Imama Syafi’i. Ibnu Abbas pernah meminta sahabat yang lebih tua, lemah
dan tidak mampu berdiri berlama-lama untuk bertanya kepada Rasul, kapankah ia bisa
mendapatkan Lailatul Qadar? Rasulullah SAW menasehati agar ia mencarinya pada malam ke 27 (HR Thabrani dan Baihaqi).
~ Malam Jum’at yang jatuh pada tanggal ganjil, juga perlu diperhatikan
Di sebutkan didalam kitab al Bajuri syarah dari matan Abi Syuja’a, bahwa ada beberapa ulama salaf yang setiap tahunnya menemui malam lailatul qadr, sehingga mereka menyimpulkan menjadi satu syair yang maksudnya sebagai berikut:

apabila awal puasa Jum’at maka ambillah tanggal 29
jika diawali dengan Sabtu maka hari ke 21 tanpa ragu
apabila hari Ahad hari ke 27
dan jika hari senin maka lailatul qadr 29
jika selasa awal puasa maka di hari ke 25 akan didapat
apabila awal puasa hari rabu maka tanggal 27 lailatul qadr
sedang jika hari kamis maka malam tanggal 23

pendapat ini juga dikuatkan oleh beberapa ulama diantaranya Imam Nawawi.

Semoga saja kita dapat menemui keindahan malam yang penuh keberkahan itu.

5 Tanggapan to “Kapan Malam Lailatul Qadr?”

  1. Tolong jelaskan, apakah kita harus dimesjid atau boleh dirumah ? Untuk yang jauh dari mesjid bagaimana dan bagi perempuan apakah cukup dirumah saja ?

  2. azharku said

    Lebih afdhalnya beribadah di dalam mesjid, seperti amalan yang Rasulullah Saw. ajarkan, yaitu dengan beri’tikaf lalu beribadah semampunya,akan tetapi jika tidak memungkinkan dimesjid; dikarenakan mesjidnya dikunci atau jauh, maka boleh di rumah bersama keluarga.
    sedangkan bagi perempuan sebaiknya dirumah, agar tidak menimbulkan finah, akan tetapi jika di yakini tidak akan terjadi fitnah,dianjurkan beribadah di dalam mesjid dengan syarat ada mahramnya (seperti suami atau seseorang yang tidak boleh menikah dengannya).
    pada intinya seperti Sabda Rasulullah Saw, “Barangsiapa menghidupkan malam Ramadhan karena keimanan dan mengharap kepada Allah, niscaya diampuni segala dosanya”

  3. LDK AMAL said

    semoga kita bisa menjadi insan yang pandai bersyukur akan nikmat2nya yang luar biasa, tidak hanya pada malam2 lailatul qadar, tapi di semua malam. semoga kita menjadi orang yang layak merayakan hari kemenenangan (idul fitri)

  4. berguna sekali postingan ini .subhanallah
    jangan lupa kunjungi balik blog ku ya…?

  5. Soziale Fertigkeiten braucht man überall, Gespräche und Small Talk allein schon sind geprägt von Blickkontakt,
    Körpersprache und Mimik, Wissen um soziale Verhaltensetiketten und -abläufen und die
    Fähigkeit, das Verhältnis von Nähe und
    Distanz richtig einschätzen zu können.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: