Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

Egyptian in my memory

Posted by hafidzi pada 9 Oktober 2009

finally…i finished my finishing college Licence. a lot of very valuable experience during when i staying in Egypt, and will not be forgotten by me. all contained in http://hafidzi.co.nr

But it does not matter if I try to remember again, after a recitation hadith come for three days. I felt like much longer stay in Egypt, but whatever resources because their parents had wanted me so I had to leave to Indonesia espicially Banjar. All the messages and the trust that parents have given me perform. lots of restrictions as long as I was in Egypt, but the ban and the mandate that makes me focus on living in Egypt, away from parents.study and study…

First Year…

Set foot in Egypt like to set foot in Padang sahara, all barren. there is no life that I feel. but, behind it all stored assets and precious unparalleled. thats Al Azhar University. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Catatan Akhir Kuliah, Dear Diary | 2 Comments »

Fantasy Dream Park

Posted by hafidzi pada 29 September 2009

me and familyKegembiraan hari Raya Idul Fitri tidak menghalangi kita untuk bersuka ria bersama, pada kesempatan tahun 1430 H ini kami sempatkan untuk jalan-jalan ketempat bermain “Dream Park” ya, itu lah nama tempat bermain yang sangat seru, uji kemampuan dan mental. Baca entri selengkapnya »

Posted in Catatan Akhir Kuliah, Dear Diary | 3 Comments »

HAPPY BIRTHDAY -24

Posted by hafidzi pada 28 Juli 2009

Tidak terasa sudah berumur 24 tahun, banyak sekali hal dan rintangan selama setahun ini, setelah kulihat buku memoar kecilku, banyak sekali perubahan dalam diri ku ini, harapan ku yang paling dalam hanya semoga bisa bermanfaat di masyarakat nantinya.happy ya Zi....

Ada satu kenangan yang mungkin bisa diabadikan di catatan akhir kuliah ku ini, pas dua hari sebelum hari H, facebook.com ku dah penuh dengan surat ucapan selamat, padahal hari itu aku juga lupa kapan milad ku, tapi sungguh Allah maha penyayang mengingatkan ku pada masa kelahiranku. tidak salahnya jika aku ingin mengabadikannya disni Baca entri selengkapnya »

Posted in Catatan Akhir Kuliah, Dear Diary | 7 Comments »

Bagian dari Kehidupan

Posted by hafidzi pada 24 Juni 2009

Senin, 22 Juni 09.pukul 01.00

Sawadikha…………’

Hari ini merupakan hari yang cukup melelahkan bagiku dan dihari itu juga terkumpul antara kebahagian dan linangan air mata. Disatu sisi teman satu angkatan ku menikah dengan seorang gadis dari Thailand, disisi lain teman satu rumah ku pulang ke tanah air untuk selamanya.
Hmm..dari mana ya aku mulai ceritanya. walau hanya dengan HP, kucoba untuk tetap update my life ‘s story. Mungkin cerita ini terbesit di pikiranku berawal dari obrolan aku dengan Siraj di KFC dekat Abbas Saqad.
“Alhamdulillah ya hari ini acaranya berjalan sukses dan meriah” ucapku
“Iya zi, dah lawas dan lapah banar kalo leh kita ni manyiapkan sesi acara kmkmpernikahan, ya alhamdulillah semua berjalan tanpa ada halangan. Bayangkan aja Zi, undangan kita itu tidak lah sedikit, terlihat dari Beberapa negara tetangga datang ke Wisma Kalimantan Selatan Mesir yang mungkin dapat kita perkirakan hampir 400 orang. Malaysia, Thailand, Brunei, Philip, dan Baca entri selengkapnya »

Posted in Catatan Akhir Kuliah, Dear Diary | 5 Comments »

Rahasia Sang Imam el-Bajury

Posted by hafidzi pada 27 Mei 2009

Dipagi yang cerah ini kuberanikan diriku untuk mengambil sebuah bolpoint untuk menulis kegiatan ku hari ini. Termasuk diantaranya mengambil Bantuan Dana dari Jam’iyah Syar’iyah. Sebelum berangkat, kubuka kembali bahan bacaan untuk ujian ku besok, dengan MatPel Hadits Ahkam, yang isinya hadits-hadits yang harus kita hapal berikut keterangan rawi,sanad, isnad dan matannya, juga hukum yang terkandung didalamnya.

Disela-sela tulisan dalam bukuku, terlihat sebuah tulisan kecil sebagai motivasi diriku di Mesir ini. Tulisan itu kutulis ketika aku menghadiri talaqqi di Mesjid Al Azhar, sore hari setelah selesai kuliah…bersama tuan guru Syaikh Said Muhammad Syaltut, belajar bersama kitab Fiqh yang berjudul “Mughni Muhtaj lil imam Syairazy” ,pada ketika  itu beliau bercerita, ‘Dahulu Mesjid Al Azhar ini sudah puluhan tahun terkenal dengan pengajian talaqqi nya. Dari yang kecil sampai yang sudah mempunyai cucu datang. sudah banyak Syaikh-syaikh besar bertebaran di seluruh dunia ini.”Kullunnas min ain Gayyiin Asyan Thalabil Ilmi, wa ehna ha na’mel eh”? (semua orang datang untuk mencari ilmu, tapi kita sekarang sedang apa??? )suara beliau yang lembut dan sangat indah didengar membuat hati ini semakin cinta akan ilmu Fiqh.

Talaqqi

Talaqqi

Saudara-saudara pasti tahu siapa itu Imam Ibrahim el-Bajury, pengarang syarh matan Abi Syuja’, sebelum Beliau jadi imam Besar, ketika beliau masih dibangku Ibtidai; sekitar umur 6 tahun an. Sang Imam sangat rajin belajar talaqqi di Mesjid ini, suatu saat Beliau mengadu kepada sang Guru. “Yaa Syaikhi…Kuntu jalastu maak lakin la afham syai” Baca entri selengkapnya »

Posted in Catatan Akhir Kuliah, Dear Diary, Education | 5 Comments »

Niel El Menya…..Turkish

Posted by hafidzi pada 30 April 2009

Dear Blog,

Sudah lama ingin nulis nih blog, tapi yaa karena sudah dekat dengan ujian semester akhir, terpaksa jarang buka net, tapi sekarang ada hal yang mungkin bisa jadi pelajaran bagi siapa aja yang pernah mengenal arti cinta….

Memang ceritanya simple, tapi penuh arti…

Inilah rahasia keindahan sungai Nil di El Menya….

Di Ruang Kuliah

“hei boy, lo knpa? Ada masalah ya? Tanya ku.

“ngga Zi, Cuma …..”

Aku mulai tertarik untuk mendengar apa yang sedang terjadi dengan teman ku ini, yaa walau bagaimana pun dia kan teman ku, jadi wajar kalau aku ingin membantu meringanakn beban dia, paling tidak biasa nya masalah uang, karena ini yang sering membuat teman-teman ku termenung sendiri.

“Dulu Zi, aku kan pernah tertarik sama perempuan…”

“waah cew ya? Halaah paling juga kayak kemarin-kemarin….”potong ku Baca entri selengkapnya »

Posted in Catatan Akhir Kuliah, Dear Diary, Sastra | 12 Comments »

Rahasia Dibalik Bunga Bank

Posted by hafidzi pada 1 Maret 2009

Sekarang ini lagi hangat-hangatnya dibicarakan dibangku kuliah, yaa walaupun jauh dari yang diharapkan ternyata Universitas Al Azhar juga peduli dengan ekonomi. Oleh karenanya saya coba mecari titik temu sekaligus belajar lebih dahulu sebelum sang Doktor menjelaskan nanti di kuliahan. Kalau pun sempat nanti juga bakal melihat Saham, Bursa efek de el el…tapi kalau ada dari teman-teman yang mengerti bisa di Comment disini. yaa share ide

Rahasia dibalik bunga Bank

Bunga Bank secara mudah dapat diartikan Tambahan yang terdapat dalam akad yang berasal dari salah satu pihak, baik dari segi (perolehan) uang, materi/barang, dan atau waktu, tanpa ada usaha dari pihak yang menerima akan tambahan tersebut.
Definisi ini kiranya mampu mencakup semua jenis dan bentuk riba, baik yang pernah ada pada masa jahiliyah (riba Fadhal, riba Nasi’ah, riba Al Qardh), maupun riba yang ada pada masa sekarang ini, seperti riba bank yang mencakup bunga dari pinjaman kredit, investasi deposito, jual-beli saham dan surat berharga lainnya, dan atau riba jual-beli barang dan uang. Untuk riba yang terakhir ini contohnya banyak dan dapat berkembang pada setiap masa.
Sesungguhnya bunga yang diambil oleh penabung di bank adalah riba yang DIHARAMKAN,  karena riba adalah semua tambahan yang disyaratkan atas pokok  harta.  Artinya,  apa  yang  diambil seseorang   tanpa   melalui   usaha  perdagangan  dan  tanpa berpayah-payah sebagai tambahan atas  pokok  hartanya,  maka yang  demikian  itu  termasuk  riba.  Dalam  hal  ini  Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut)jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka     ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (Antara lain Baqarah: 278-279)
Yang dimaksud dengan tobat di  sini  ialah  seseorang  tetap pada  pokok  hartanya,  dan  berprinsip  bahwa tambahan yang timbul darinya adalah  riba.  Bunga-bunga  sebagai  tambahan atas  pokok  harta  yang diperoleh tanpa melalui persekutuan atas perkongsian, mudharakah, atau bentuk-bentuk persekutuan dagang lainnnya, adalah riba yang diharamkan. Sedangkan guru saya  Syekh  Syaltut   sepengetahuan   saya   tidak   pernah memperbolehkan  bunga  riba, hanya beliau pernah mengatakan:
“Bila keadaan darurat –baik darurat individu maupun darurat ijtima’iyah–  maka  bolehlah dipungut bunga itu.” Dalam hal ini  beliau   memperluas   makna   darurat   melebihi   yang semestinya,  dan  perluasan  beliau  ini tidak saya setujui.Yang pernah beliau fatwakan  juga  ialah  menabung  di  bank sebagai sesuatu yang lain dari bunga bank. Namun, saya tetap tidak setuju dengan pendapat ini.

Islam tidak memperbolehkan seseorang menaruh pokok  hartanya dengan  hanya  mengambil  keuntungan.  Apabila dia melakukan perkongsian,  dia  wajib  memperoleh  keuntungan   begitupun kerugiannya.  Kalau  keuntungannya sedikit, maka dia berbagi keuntungan sedikit, demikian juga jika memperoleh keuntungan yang banyak. Dan jika tidak mendapatkan keuntungan, dia juga harus menanggung kerugiannya. Inilah makna persekutuan  yang sama-sama memikul tanggung jawab.

Perbandingan  perolehan  keuntungan  yang tidak wajar antara pemilik  modal   dengan   pengelola   –misalnya   pengelola memperoleh  keuntungan  sebesar  80%-90%  sedangkan  pemilik modal  hanya  lima  atau  enam  persen–  atau   terlepasnya tanggung  jawab  pemilik  modal  ketika  pengelola mengalami kerugian, maka  cara  seperti  ini  menyimpang  dari  system ekonomi  Islam  meskipun  Syeh  Syaltut  pernah  memfatwakan kebolehannya. Semoga Allah memberi rahmat dan ampunan kepada
beliau.

Maka pertanyaan apakah dibolehkan mengambil bunga bank, saya jawab tidak boleh. Tidak halal baginya dan  tidak  boleh  ia mengambil   bunga  bank,  serta  tidaklah  memadai  jika  ia menzakati harta yang ia simpan di bank.

Kemudian langkah apa yang harus kita lakukan jika menghadapi kasus demikian?

Segala sesuatu yang haram tidak boleh dimiliki dan wajib  disedekahkan  sebagaimana  dikatakan  para  ulama muhaqqiq  (ahli tahqiq). Sedangkan sebagian ulama yang wara’ (sangat berhati-hati) berpendapat bahwa uang itu tidak boleh diambil  meskipun untuk disedekahkan, ia harus membiarkannya atau membuangnya ke laut.  Dengan  alasan,  seseorang  tidak boleh  bersedekah dengan sesuatu yang jelek. Tetapi pendapat ini bertentangan  dengan  kaidah  syar’iyyah  yang  melarang menyia-nyiakan harta dan tidak memanfaatkannya.

Harta  itu  bolehlah  diambil  dan disedekahkan kepada fakir miskin, atau disalurkan  pada  proyek-proyek  kebaikan  atau lainnya  yang  oleh  si  penabung  dipandang bermanfaat bagi kepentingan Islam dan kaum muslimin. Karena harta haram  itu –sebagaimana  saya katakan– bukanlah milik seseorang, uang itu bukan milik  bank  atau  milik  penabung,  tetapi  milik kemaslahatan umum.

Demikianlah  keadaan  harta yang haram, tidak ada manfaatnya dizakati, karena zakat itu tidak dapat  mensucikannya.  Yang dapat  mensucikan  harta ialah mengeluarkan sebagian darinya untuk zakat. Karena itulah Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak menerima sedekah dari hasil korupsi.” (HR Muslim)

Allah tidak menerima sedekah dari harta semacam ini,  karena harta  tersebut  bukan  milik  orang yang memegangnya tetapi milik umum yang dikorupsi.

Oleh sebab itu, janganlah  seseorang  mengambil  bunga  bank untuk  kepentingan  dirinya,  dan  jangan pula membiarkannya menjadi milik bank sehingga dimanfaatkan karena hal ini akan memperkuat posisi bank dalam bermuamalat secara riba. Tetapi hendaklah   ia   mengambilnya   dan   menggunakannya    pada jalan-jalan kebaikan.

Sebagian orang ada yang mengemukakan alasan bahwa sesungguhnya seseorang yang  menyimpan  uang  di  bank  juga memiliki  risiko  kerugian  jika bank itu mengalami kerugian dan  pailit,  misalnya  karena  sebab  tertentu.  Maka  saya katakan bahwa kerugian seperti itu tidak membatalkan kaidah, walaupun  si  penabung  mengalami   kerugian   akibat   dari kepailitan   atau  kebangkrutan  tersebut,  karena  hal  ini
menyimpang  dari  kaidah  yang   telah   ditetapkan.   Sebab tiap-tiap  kaidah ada penyimpangannya, dan hukum-hukum dalam syariat Ilahi  -demikian  juga  dalam  undang-undang  buatan manusia–  tidak  boleh  disandarkan  kepada perkara-perkara yang ganjil dan jarang terjadi. Semua  ulama  telah  sepakat bahwa  sesuatu  yang  jarang  terjadi  tidak dapat dijadikan sebagai  sandaran  hukum,  dan  sesuatu  yang  lebih  sering terjadi  dihukumi sebagai hukum keseluruhan. Oleh karenanya,
kejadian tertentu tidak dapat membatalkan  kaidah  kulliyyah (kaidah umum).

Menurut  kaidah  umum,  orang  yang  menabung uang (di bank) dengan  jalan  riba  hanya  mendapatkan   keuntungan   tanpa memiliki  risiko kerugian. Apabila sekali waktu ia mengalami kerugian, maka  hal  itu  merupakan  suatu  keganjilan  atau penyimpangan  dari  kondisi  normal, dan keganjilan tersebut tidak dapat dijadikan sandaran hukum.

Mungkin kita akan berkata, “Tetapi  bank  juga mengolah  uang  para  nasabah, maka mengapa saya tidak boleh mengambil keuntungannya?”

Betul  bahwa  bank  memperdagangkan  uang  tersebut,  tetapi apakah  sang  nasabah  ikut  melakukan aktivitas dagang itu. Sudah tentu tidak. Kalau nasabah  bersekutu  atau  berkongsi dengan  pihak  bank  sejak  semula, maka akadnya adalah akad berkongsi, dan  sebagai  konsekuensinya  nasabah  akan  ikut menanggung  apabila  bank  mengalami  kerugian.  Tetapi pada kenyataannya,  pada  saat  bank  mengalami   kerugian   atau
bangkrut,  maka  para  penabung  menuntut  dan  meminta uang mereka, dan pihak  bank  pun  tidak  mengingkarinya.  Bahkan kadang-kadang   pihak   bank   mengembalikan  uang  simpanan tersebut  dengan  pembagian  yang   adil   (seimbang)   jika berjumlah banyak, atau diberikannya sekaligus jika berjumlah sedikit.

Bagaimanapun juga sang nasabah tidaklah menganggap dirinya bertanggung jawab  atas  kerugian itu dan tidak pula merasa bersekutu  dalam  kerugian  bank  tersebut,  bahkan   mereka menuntut uangnya secara utuh tanpa kurang sedikit pun.

Posted in Catatan Akhir Kuliah, Education, Opini | 13 Comments »

Sang Bidadari

Posted by hafidzi pada 11 Desember 2008

9 Desember ‘08

Dear Diary………..

Tidak terasa ujian semester ganjil sudah dekat, hari yang menentukan bagaimana nasib seseorang, pepatah arab mengatakan

” Waktu Ujian akan Menjadikan Seseorang Dihargai atau Dicela”

“Aduuh kapan nih mo serius belajar…..” sambil melihat kalender yang tinggal 20 hari lagi.
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam. Disaat musim dingin waktu siang sangat lah sedikit, bayangkan saja kalau waktu magrib nya jam 5 sore dan subuhnya jam 5 pagi. Jadi setiap musim dingin waktu malam sangatlah panjang.
Ku ambil sebuah buku diktat kuliah, dan semua sudah kupersiapkan dengan matang kalau malam ini aku harus menguasai setengah buku ini.

“Memang tebal ….. ada 300 halaman untuk satu mata kuliah, ekhhh….” gerutuku.

Memang ini sebuah kesempatan untuk belajar dengan bertemankan dinginnya suara malam.

Setelah aku duduk di meja belajar kesayanganku, kudengar dari jejauhan ada suara seorang anak kecil….

“Astagrirullah……, Mumkin afrit (istilah org Mesir)” Baca entri selengkapnya »

Posted in Catatan Akhir Kuliah, Dear Diary, Sastra | 48 Comments »

2 jam bersama Syeikh Muhammad Jibril Mesir

Posted by hafidzi pada 27 September 2008

Dear diary,
Sudah kebiasaan bagi orang orang Mesir kalau menjelang sepuluh akhir bulan Ramadhan pada berbondong-bondong menuju mesjid untuk melakukan i’tikaf, seperti yang Rasulullah Saw. lakukakan. Dimana saja, dari kota sampai kedesa mesjid rata-rata penuh dengan manusia untuk beribadah. Tak aneh kalau mereka yang datang itu satu keluarga, lengkap dengan peralatan perangnya, yang saya maksud itu tas makanan, yang mencukupi untuk sahur dan berbuka satu kali, jangan heran kalau cara sahur dan berbuka mereka tergolong aneh. Dari beberapa kepala keluarga kadang-kadang menjadi satu dalam satu jamuan makan, baik itu ketika berbuka atau sahur. Lima ekor ayam panggang, bebek bakar dan kadang ada juga paha kambing guling, padahal yang saya lihat cuma ada 10-15 orang saja, akan tetapi jamuan nya, “yaa Allaaah banyak sekali” Pertama sih kita pasti bingung, tak disangka ketika berbuka mereka malah memanggil orang-orang disekitar untuk makan bersama-sama mereka dalam satu wadah, persis sepert

Amr Bin Ash

Amr Bin Ash

i maidaturrahman (rumah makan gratis untuk berbuka) yang ada dipinggir-pinggir jalan raya, toko, atau didepan apartemen. Itulah kenapa, Bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah, hampir semua masyarakat Mesir tidak ada yang kelaparan ketika berbuka atau sahur. Menunya pun mewah, yaa tidak kalah lah dengan orang-orang kaya. “Ramadhan dah syahruna…..minal masakin au agniya, musy muhim min huw” begitulah kalimat yang bisa dirasakan orang Mesir. Menurut saya bukan hanya makanan, uang yang didapat selama bulan ramadhan juga banyak, yaa cukuplah untuk kehidupan dua bulan. Kembali ke bagian i’tikaf, di Mesir ada satu buah mesjid yang dibangun pada jaman Khalifah Amr ibn ‘Ash, mesjid yang tergolong paling besar diseluruh negeri kinanah ini, bahkan mengalahkan lebarnya tiga pyramid. Disinilah tempat orang-orang Mesir kebanyakannya menghabiskan sepuluh akhir bulan puasa dengan beri’tikaf dan lain nya.
Dari sini kita akan mengenal dengan syaikh Muhammad Jibril, seorang imam mesjid yang sangat terkenal seantero Mesir, suaranya yang sangat merdu dan fasih ketika melantunkan al Qur’an membuat jama’ah terkagum bahkan tidak ayal ada yang samapi meneteskan airmata ketika beliau Melantunkan Ayat Magfirah atau azab dari Allah Swt.
Beliau juga terkenal sebagai guru Qori Negeri Gurun yang jam terbang beliau sudah mencapai seluruh jazirah arab bahkan eropa.
untuk Mesir kedatangan beliau biasanya setiap tanggal yang ganjil untuk menjadi imam di Mesjid ini.
Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, memang perjalananan yang sangat jauh, kurang lebih 40 menit dari rumahku menuju mesjid ini dengan bis umum, baru menginjakkan kaki di depan pemberhentian bis, orang-orang sudah memenuhi seluruh jalan menuju mesjid, yang kulihat kurang lebih 4000-5000 orang sudah meletakkan sajadahnya, duduk dengan khusu’. Bagi mereka yang datang terlambat sudah pasti akan berada di luar mesjid.
“Istauuu…..rapatkan saf, bagi yang mempunyai Handphone mohon di Silent ato dimatikan” kata beliau sebelum memulai takbir shalat tarawih
“bagi yang tidak mematikan hp nya, maka hp nya bakal dirusak orang disebelah” canda beliau kepada jamaah sebelum takbir.
Dari awal sampai akhir tarawih ayat yang beliau lantunkan selalu berhubungan dengan ayat-ayat penyembuh. yang kemungkinan besar ada sebagian kaum muslimin yang lagi sakit untuk tidak pasrah dengan penyakitnya, al Qur’an menganjurkan untuk terus berusaha untuk mengobati, jangan dibiarkan saja pasrah kepada Allah terus.
Tak terasa dah satu jam kita tarawih bersama, perkiraan ku mungkin 5 menit lagi selesai witirnya, tapi tak disangka ternyata beliau selain suara yang merdu, beliau juga terkenal dengan doa yang bisa menghancurkan hati dan luluran air mata jamaah, doa yang beliau bacakan membuat jamaah histeris menangis, dengan cahaya yang redup di sekeliling mesjid dan jalan, suara sepi menyelimuti para jamaah yang hadir, sesekali syeikh Jibril membaca doa pengampunan kepada Allah yang membuat tambah sedih suasana….
bisa dibayangkan g kalau doa yang beliau lantunkan itu satu jam, ketika qunut, tapi lelah dan cape itu semuanya hilang seketika dengan doa dan harapan yang beliau bacakan.
semoga di bulan suci ini kita mendapatkan ridha dan magfirah dari Allah Swt.

selanjutnya akan menceritakan bagaiamana perasaan kita di undang Duta Besar Republik Indonesia cabang Mesir di rumah beliau untuk buka bersama khusus orang kalimantan  😀

Posted in Dear Diary, Islami | 8 Comments »

Harga Satu Detik

Posted by hafidzi pada 1 September 2008

Imam Hasan Al Bashri berkata: “Sesungguhnya Allah SWT menjadikan Ramadhan sebagai arena pertandingan bagi hamba-Nya. Di sana mereka berlomba-lomba dalam taat kepada-Nya, dan dalam mencari keridhaan dari pada-Nya. Sebagian ada yang maju dan memenangkan perlombaan. Sebagian ada yang mundur dan kalah dalam pertandingan. Sangat aneh dilihat ada orang yang lalai dan bermain sementara orang lain giat berlomba untuk memenangkan petandingan”

Indahnya

Indahnya

Pertanyaannya sekarang, perlombaan apa aja dibulan Ramadhan ini ya? yang paling berat itu ternyata menahan rasa marah dan menghindari pandangan ke hal2 yang membuat pahala puasa kita jadi berkurang sedikit demi sedikit.

Memang kalau hanya sekedar menahan haus dan lapar, para pengemis juga bisa, tapi kenapa  semua kalangan juga diwajibkan tuk berpuasa? apakah hanya sekedar tidak makan, atau ada hal yang lain yang bernilai berlipat ganda? jawabannya bisa anda rasakan sendiri dari detik demi detik betapa berharganya waktu di bulan Ramadhan.

Siapa yang mengatakan setiap pagi “la ilaha illallah wahdahu la syarika lah lahul mulku walahulhamdu yuhyi wayumit wahua ‘ala kulli syaiin qadir” sepuluh kali maka Allah akan tuliskan baginya setiap satu kali ucapan sepuluh kebaikan, dan dihapus darinya sepuluh keburukan, dan Allah mengangkatnya dengan itu sepuluh derajat. Dan sepuluh kali ucapan itu baginya sumpama sepuluh budak. Dan itu menjadi senjata baginya sepanjang hari…dan siapa yang mengatakannya di waktu sore seumpama itu”. H. R. Ahmad dari Abu Ayyub Al anshari

Bayangkan…..hanya membaca kalimat itu, Allah sudah memberikan $10000 pada kita, jika mengikuti hitungan memerdekakan Budak. Ternyata Allah juga memberikan perhatiannya kepada kita, walaupun kita nya ada yang masih tidak taat kepada Allah. Ah….betapa manisnya Bulan Suci Ramadhan ini.

“Semoga Kita tetap bisa menghargai waktu…………”

Posted in Fikrah, Islami | 8 Comments »