Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

Rahasia Sang Imam el-Bajury

Posted by hafidzi pada 27 Mei 2009

Dipagi yang cerah ini kuberanikan diriku untuk mengambil sebuah bolpoint untuk menulis kegiatan ku hari ini. Termasuk diantaranya mengambil Bantuan Dana dari Jam’iyah Syar’iyah. Sebelum berangkat, kubuka kembali bahan bacaan untuk ujian ku besok, dengan MatPel Hadits Ahkam, yang isinya hadits-hadits yang harus kita hapal berikut keterangan rawi,sanad, isnad dan matannya, juga hukum yang terkandung didalamnya.

Disela-sela tulisan dalam bukuku, terlihat sebuah tulisan kecil sebagai motivasi diriku di Mesir ini. Tulisan itu kutulis ketika aku menghadiri talaqqi di Mesjid Al Azhar, sore hari setelah selesai kuliah…bersama tuan guru Syaikh Said Muhammad Syaltut, belajar bersama kitab Fiqh yang berjudul “Mughni Muhtaj lil imam Syairazy” ,pada ketika  itu beliau bercerita, ‘Dahulu Mesjid Al Azhar ini sudah puluhan tahun terkenal dengan pengajian talaqqi nya. Dari yang kecil sampai yang sudah mempunyai cucu datang. sudah banyak Syaikh-syaikh besar bertebaran di seluruh dunia ini.”Kullunnas min ain Gayyiin Asyan Thalabil Ilmi, wa ehna ha na’mel eh”? (semua orang datang untuk mencari ilmu, tapi kita sekarang sedang apa??? )suara beliau yang lembut dan sangat indah didengar membuat hati ini semakin cinta akan ilmu Fiqh.

Talaqqi

Talaqqi

Saudara-saudara pasti tahu siapa itu Imam Ibrahim el-Bajury, pengarang syarh matan Abi Syuja’, sebelum Beliau jadi imam Besar, ketika beliau masih dibangku Ibtidai; sekitar umur 6 tahun an. Sang Imam sangat rajin belajar talaqqi di Mesjid ini, suatu saat Beliau mengadu kepada sang Guru. “Yaa Syaikhi…Kuntu jalastu maak lakin la afham syai”(wahai Syaikh, Sudah lama saya belajar kepada Anda, tapi saya tidak faham dari apa yang telah Anda terangkan). Sang Guru hanya diam, dan tidak menjawab apa yang ditanyakan anak kecil seumur itu. Setelah selesai pengajian, Sang guru menyuruh imam untuk pulang kerumah dan bermain lah. Suara Adzan Zhuhur pun berkumandang, Beliau tidak langsung pulang kerumah setelah mendengar apa yang dilontarkan guru beliau, karena beliau tahu pulang akan menambah ketidakpahaman dalam ilmu Fiqh. Setelah Adzan beliau duduk termenung dipojok mesjid dibawah tiang  menara cabang dua.

mesjid Al Azhar

mesjid Al Azhar

Terlihat putus asa. Sambil duduk, beliau melihat satu ekor semut membawa makanan yang melebihi badannya. Kemudian beliau perhatikan semut itu, si semut menaiki tiang tersebut untuk membawa makanan. Dalam beberapa langkah si semut terjatuh dari tiang itu. Diambilnya lagi dan tidak lama jatuh lagi, begitu seterusnya sampai terdengar suara Iqamat Zhuhur…akhirnya sang semut berhasil juga membawa makanan itu dengan cara sedikit demi sedikit . Karena ketidakrakusannya lah sang semut bisa membawa makanan sampai ke tujuannya. Setelah shalat Zhuhur, Sang Imam kembali ke halaqah pengajian Fiqh, kemudian ditanya lagi oleh Syaikh, “Iih el hasal?keif el hasyaraat syuftuh?” (Nak, masih disini? Apa kabar dengan sang semut, teman mu?) Sang imam pun langsung tersentak kaget, ternyata sang guru memperhatikan nya, yang walapun masih anak-anak. “Ya Bunayya, semut tadi perumpamaan kamu, kamu sudah datang kepengajian ini untuk mendapatkan ilmu, kamu pasti haus kan? Dan banyak hal yang kamu belum tahu dari apa yang saya ajarkan, akan tetapi kamu jangan putus asa, sampai dimana kamu tidak mengerti, cari terus apa yang membuat itu terjadi, dan sebaliknya jangan kau putus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Rahmat Allah sangat lah luas dan tak terhingga.tidak mungkin kau sehari bisa menguasai buku ini, kecuali perlahan-lahan dan konsisten, jangan sampai kau tinggalkan hanya karena ketidakpahaman mu dengan buku ini. Lihat semut tadi, sekali dia jatuh, dia tidak langsung pulang, tapi berusaha memanjat kembali, kalau kamu hanya sekali membaca, itu biasa tapi kalau berulang-ulang maka apapun yang kau tidak paham, suatu saat akan kau dapatkan jalan keluarnya.cari celah dimana yang membuat kamu mundur?” Akhirnya sang imam pun mengikuti  nasehat dari sang Guru. Dalam riwayat, ketika beliau berumur 10 tahun, beliau sudah menghatamkan hapalan Al Qur’an, banyak guru beliau dalam ilmu fiqh dan kesuksesan beliau dalam belajar berawal dari keseriuasan dan keistiqamahan beliau (konsisten)

“Tidak terasa udah jam 6 pagi, mungkin saat nya aku siap-siap untuk berangkat mengambil bantuan dari Jam’iyah Syar’iyah” gerutuku. Terbayang dilintasan pikiranku betapa baiknya Mesir, Al Azhar kepada kami para mahasiswa disini. Untuk diketahui, Jam’iyah Syar’iyah ini sebuah yayasan Zakat,dimana yayasan ini mengumpulkan zakat harta dari para perusahaan yang ada di Mesir dan sekitarnya. Setelah terkumpul, dibagi-bagikan kepada yang berhak, termasuk mereka yang sedang Menuntut Ilmu Agama. Bayangkan mereka menyumbangkan untuk mahasiswa dan mahasiwi Indonesia yang berjumlang kurang lebih 2500 orang yang mendapatkan bantuan Bulanan. Kami sang penerima mendapatkan kurang lebih 200 ribu setiap bulannya. Setelah dihitung-hitung ternyata lebih dari 500 Juta Rupiah setiap bulan pihak Jam’iyah Syariyah memberikan sumbangannya untuk Indonesia….belum lagi bantuan beasiswa dari Al Azhar…pertanyaannya apa yang kita dan INDONESIA bisa berikan kepada Mesir dan Al Azhar? Allah berfirman“Nikmat apa lagi yang kau Dustakan….” Hanya Syukur dan Alhamdulillah terucap …..Semoga Allah membalas yang lebih kepada mereka yang telah membantu kami…..

5 Tanggapan to “Rahasia Sang Imam el-Bajury”

  1. Hikam said

    Thanks a lot for sharing.

    sama2…..gimana kabarnya di UIN Jakarta?nanti bisa gabung kan ??

  2. reallylife said

    dan akan aku ambil hikmah dan rahasia yang tersimpan

  3. suaidi2007 said

    tulisan yg bagus
    http://suaidi2007.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: