Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

Dunia Tanpa Koma (Training+materi Jurnalistik)

Posted by hafidzi pada 4 April 2008

Dear Blog…Pengen tau gimana training Jurnalistik? ato materinya?

Pagi Selasa, 1 April 2008

“aduuh telat nih”

“mo kemana to zi, pagi2 gini dah rapi”

Memang yang punya kepentingan tu seperti itu, kadang ditanya orang dengan pertanyaan yang mungkin tidak perlu dijawab.

“Oh ya, Siang ini ak ada acara di KMKM; pelatihan Jurnalistik. Kalo ngga salah jam 11 siang ini” teriakku sambil membersihkan tata ruang kamar tidur yang berserakan.

“Yunk, nanti klo ada yang nyari aku, bilangin ya kalo aku ke KMKM, dan mungkin akan nginep disana”

Sambil membalik-balikkan mushaf alqur’an. Dia hanya menoleh kearah ku,

“Yee maneketehe, mudil sibuk banar tuh nah. Yu ja kalo kena ada yang mancarii kupadahi ai, tp mun nya babinian kupadahakan kada tahu lah”

“Yup…eiit jangan separo2 dong, klo ada yang nyari, bilang aja yang sebenarnya. Jangan ngarang lo ya”

Kulihat jam ditangan dah menunjukkan pukul 8 pagi. Waktu yang kurasa sudah cukup tepat tuk berangkat sebagai pembuka kegiatan ku di awal bulan April ini.

Sebelum keluar syaqqah, aku kembali mencoba meyakinkan kalo hari ini benar2 hari selasa tanggal 1 April 2008, takutnya malah salah.

“Ah, ternyata benar…Des, aku bakal datang liat kamu” semangatku dalam hati.

Heheh lucu aja, masa ke ikhlasan ku tuk hadir menimba ilmu malah hilang begitu saja hanya karena sang hawa. Tapi, apapun itu kalo bukan presentatornya yang kapabel dan betapa pentingnya belajar, mungkin hari ini ga bakal kepelatihan.

Yaa hitung2 ngoreksi diri sendirilah, soalnya waktu aku jadi PemRed, g ada yang mau menegur dalam kepemimpinanku. Jadi, mending hitung lwat pelatihan.

Sebenarnya ini hanya tulisan santai, bukan seperti cerpen, ato karya ilmiah. Cuma aku hanya mencoba menggabung dua tulisan utama antara fiksi dan non-fiksi jadi satu, bisa ngga ya? Nilai yaa….

Tepat jam 11 siang, acara dimulai. “tumben tepat waktu, biasanya mahasiswa disni suka dengan jam karet” gerutuku waktu datang ke aula.

Acara kali ini dengan tema, “MENULIS; BUDAYA CENDIKIA” sebuah tema yang kemaren waktu rapat panitia sempat didebatkan. Acara pertama, para peserta diajak untuk mengenal Dunia Jurnalistik. Dengan presentatornya Ust. Udo Yamin Efendi Majdi, seorang yang sudah mahir dan pintar dalam mengolah kata didunia jurnal

“Mengenal???”

Mungkin kalo pelatihan ini dihadiri oleh orang sekelas Farid Gaban atau Mba Helvy mungkin dia hanya duduk sebagai tamu, tidak sebagai peserta. Soalnya hanya mengenal. Tapi g apa2 lah, namanya juga untuk teman2 yang baru tau. Jadi wajar aja kalo hanya mengenal. Begitujuga dengan materi selanjutnya, Mengenal Ragam Tulisan. Yang dibawakan oleh Desi Hanara, hehe kalo yang ini g dipanggil mba, soalnya kita Cuma beda setahun. Mungkin kalo diindonesia belum terkenal kali, tapi saya yakin kalo dia tetap istiqamah dengan kegiatannya, 10 tahun kemudian dia akan menjadi seorang Goenawan Mohammad atau Pramodeya Ananta Noer, nama dia dikalangan Masisir dah cukup terkenal, jadi wajar lah ketika rapat kemarin nama dia yang keluar untuk mengisi materi itu. Yang terakhir kita akan dibawa bagaimana menjadi seorang Wartawan Handal Dan Bagaimana Meracik Berita dengan presentatornya Ust. Ardiyansyah Ashri Husein.

“waduuh hadir jg ya ust. Hafidzi”

Sekilas aku bingung ada yang menyapa demikian, tapi suara ini sangat familiar ditelingaku. Tidak salah lagi dialah Rif’atul Hidayat, teman satu angktan yang mencoba menyapaku.

“Ya, mo coba lagi ni, maklum ilmu kita semakin hari kalo di asah dan ditambah insya Allah akan bermanfaat”

Terlihat teman2 sudah pada semangat untuk materi pertama. Hmm…ak akan mencoba merangkum bagian yang penting dalam pelatihan tu, tapi kalo kurang, yaaa diskusi aja dibawah. Mudah kan???

Dunia Jurnalistik

Seperti biasa, mungkin anda sudah tau dengan yang namannya jurnalistik. Jdi sy tidak membahas itu lagi. Hanya yang paling penting diketahui bahwa tulisan itu terbagi dua, Fiksi (khayalan) dan non-Fiksi (nyata dengan data dan fakta)

Waduh,sulit nih kalo nulis kayak gini, mungkin saya coba dengan bagan aja kali yaa.

Tulisan :

  1. Fiksi
  2. Non-Fiksi

  1. Fiksi disebut juga sebagai Karangan khayalan, rekaan. Seperti Cerpen, Novel de el el
  2. Nah kalo Non-Fiksi ini terbagi tiga bagian :

  • Berbentuk sebuah berita, fakta, atau laporan biasa dikenal dengan 5W 1H + Anehkah yang akhirnya akan menghasilkan sebuah informasi.
  • Terus yang kedua ada juga berbentuk seperti sebuah Opini, Kolom dan Esai. Hasilnya sebagai bahan informasi dan hiburan
  • Yang terakhir dalam bentuk karya ilmiah, makalah, skripsi, desertasi, atau hanya sebuah artikel lepas.

Mungkin tidak bisa ya saya jelaskan dibagian ini, soalnya maslah ragam tulisankan di bagian Desi, yaa udah lah cukup untuk pengenalan dunia jurnalistik. Eiitt, ada yang kelupaan kemarin itu kalo ngga salah ada juga dibahas mengenai Gaya Bahasa.

Untuk gaya bahasa ini, ada empat macam:

  1. Narasi (contohnya; hari ini hujan)
  2. Persuasi
  3. Deskriminatif (bisa digambarkan dengan panca indra yang lima; seperti air yang turun dari atas genteng, membuat hati menjadi tenang, dll lah)
  4. Argumentatif
  5. dan terakhir ada ngga unsur intristik (ketertarikan si pembaca) nah kalo bagian ini penting lo, biar ada pembeda dari aslinya. Paling tidak membuat si pembaca bertanya2.he2

sebelum berakhir, bang Udo berpesan, “Tulislah…karena dengan menulis kita akan mendapatkan kepuasan tersendiri, coba dari sekarang jangan menunggu besok”

“iya2 bang…udah saya coba nih” ucapku dalam hati.

Tak terasa udah satu jam setengah pelatihan dimulai, adzan zuhur pun berkumandang.

“Zi, setelah sholat kita istirahat sambil makan2 ya” kata ketua panitia Jamzuri.

“siip, atur aja lah, sy bakal Acc ko”

Sebenarnya di tentatif acara memang ISHOMA (istirahat sholat dan makan), cuman…sang ketua mungkin pengen menguatkan aja klo saat ini jam makan.he2

Ngga perlu basa basi, ak langsung menuju ke dapur Aula KMKM, biasa mo liat menunya.

“Abi, menunya Ikan ya? Waduuh keren nih, ak handak banar nah (suka)”

“Yu ja santai zi ai, ni gin lagi disiapkan, mun handak badahulu silahkan aja” ajak abi yang nama aslinya Arman.

“Hhehe, canda Bi ai, ak kena aja baimbai (sama2) peserta aja.”

Karena dah liat kalo persedian konsumsi banyak, yaa berani deh bilang nyantai aja. Coba klo terbatas, waah bisa duluan dari peserta.canda

Untuk menu sih, standar lah. Dengan modal yang cukup, satu ikan dan lalapannya pun jadi untuk makan siang. Tak ketinggalan sambel enak, yang membuat lezat and semangat tuk makan banyak.he2

Tepat jam dua siang, materi kedua akan dimulai, terlihat si Desi dah siap2 tuk menyampaikan materinya.

Awalnya si pengen tau, gimana ya Desi itu? Kata teman2, dia memang sudah dikenal dan mungkin dah separoh artis,hehe2. maksudnya mungkin dikalangan media.

Ternyata….sebuah pandangan lelaki memang tidak bisa bohong, wajarlah kalo yang diliat ini seorang hawa, memang si tidak seperti Zulaikha, tapi paras seorang Cleopatra mungkin ada di wajahnya, Imho juga si.

Dengan materi mengenal ragam tulisan, dengan lincahnya dia memainkan kata-kata, tidak hanya pinter, tapi dia juga bisa menarik perhatian peserta, salute.

Ups, ngga hanya tentang dia lo, disni akan mencoba menarik kesimpulan dari yang saya pelajari.

Ditangan saya sudah ada makalah dengan judul, Lebih Dekat dengan Ragam Tulisan. Sebuah judul yang sangat menarik. Wallahi kuwais awi (keren)

Sama seperti yang pernah dijelaskan Bang Udo Yamin, disini sy hanya sedikit memperjelas dari penjabaran diatas tadi.

Dalam dunia tulis-menulis, jenis tulisan dikelompokkan menjadi dua pembagian besar :

1. Fiksi

Fiksi adalah tulisan khayalan dalam bentuk novel, cerpen, naskah drama, puisi dan lain lain. Menurut Tadeus, salah satu ciro yang pasti akan ada dalam fiksi adalah isinya berupa Kisah Khayalan. Tapi tidak boleh sembarangan juga, unsur-unsur seperti

1.penokohohan

2.plot

3.konflik

4.klimaks

5.setting latar

Adalah hal2 penting yang memerlukan perhatian tersendiri.

Btw tentang cer-pen atau Novel, mungkin ada hal2 yang perlu saya kembangkan sendiri, dari pelatihan ini dan ketika ngomong dengan Kang Abik (Habiburrahman el Shirazy)

Apa aja yang kita perlukan dalam membuat sebuah cerpen, novelet atau novel?

“waah, itu gampang, asal kita sudah bisa membuat alur cerita per bab, insya Allah novel nya akan selesai”

He2, bagi beliau si memang mudah, bagi sya yang hanya pemula gimana?

Gini lo, sebelum membuat novel atau cerpen, yang perlu kita perhatikan adalah:

  1. POV ( Point Of View) = siapa dia, orang pertama, kedua atau ketiga
  2. Tema/judul = amanat dari cerita. Untuk judul carilah yang mudah diingat orang, atau paling tidak jangan lebih dari empat kalimat. Dan cari yang menggugah hati orang untuk membaca isi judul. Heboh boleh tapi jangan porno (takutnya di karangan selanjutnya anda bakal ditinggal pembaca) oke!!!
  3. Tokoh = penulisan tokoh jg sangat penting, dan kalau bisa semua tokoh yang bakal masuk dalam cerita kita harus KONSISTEN, jangan terkadang si tokoh pemarah, disisi lain di penakut. Akan amburadul tuh cerita. Solusinya adalah, coba buat dalam satu kertas semua skenario tokoh, dan tempel aja di dinding dekat meja kerja kita, insya Allah semua karakter tidak akan tertukar. Karena semua tokoh itu aslinya adalah kita (si pengkhayal)
  4. Alur = nah kalo yang ini terserah si penulis. Menurut saya si untuk masalah alur itu ada empat macam, mungkin juga lebih (namanya juga tergantung si penulis maunya gimana:

a. Alur Majuuu

b. Alur Zig Zag

c.Alur Mundur

d.Atau Datar (kayak Ayat Ayat Cinta)

e.Kalo alur turun naik…kayaknya g usah dimasukkan dalam bagian2 alur kali ya.

  1. Adegan = khayal aja yaaa…
  2. Dialog = ini memang khasnya cerpen, tapi jangan terlalu panjang ya dialognya, entar menghilangkan makna ketertarikan si pembaca, kali aja kan ada yang nulis dialog sebanyak satu halaman penuh. Kalo pun mau, buat seperti flash back, mudah kan.
  3. Konflik = pasti ada dong, adakalanya membuat penasaran si pembaca, adapula yang menyalahi keinginan pembaca, biar keren lah. Tapi endingnya pun harus sesuai dengan konflik yaa, jangan sampai beda sama sekali, malah bete akhirnya. Boleh juga dalam konflik itu :

dia bicara dengan dirinya sendiri (meratapi nasib misalnya)

dengan orang lain (lawan bicara)

atau menceritakan sesuatu atau curhat dengan tempat,he2

  1. Suprise = buat sesuatu yang beda dengan novel2 lainnya. Sesuatu yang mungkin bisa menggambarkan sebuah kejutan dari cerita anda, biar terlihat sedikit aneh.
  2. Sesuaikan dengan kenyataan hidup, artinya cerita boleh khayalan tapi semua tokoh, tempat dan kejadian, usahakan sesuai dengan aslinya, misal karakter orang kaya, pengemis, atau pelajar. Kalo tempat, misalnya kejadiannya di Hurgada (prov. Di Mesir), tapi tempat yang dikunjungi malah kattameya (kota di Kairo) kan ngga sesuai. Yaa intinya biar cerita kita berkesan dengan kita dan menjadi kenangan tersendiri ketika membacanya ( kata pembaca, “ dimana si setting ayat ayat cinta itu, atau “wah tempat itu aku sering tuh disana” dst lah…
  3. Ending, usahakan sesuai dengan alur cerita kita, jangan sampai ngayal, bener2 ingin dan sesuai khyalan yang tidak masuk di akal. Berikan nilai positif dari cerita kita
  4. Kalo bisa berikan nilai2 kebaikan dalam cerita kita.

“itu mungkin sudah cukup”

“oh ya kang, kalo ditengah jalan kita macet gimana? Soalnya pen kita kan suatu saat bisa mati (maksdnya ide)” tanyaku

“Bukannya kita udah punya kerangka Alur Cerita? Liat aja kembali, klo pun masih macet, kerjakan alur selanjutnya dan biarkan kosong di Bab itu, dan cerita tidak mungkin berubah, kan kita udah punya settingnya?” selamat mencoba ya”

Aduuh, klo ingat cerita kang Abik mah, g abis2 nya…

Back to My hanara, tuk bagian Non-Fikis (berdasarkan Fakta), kategori ini bisa masuk dalam esai, laporan riset, reportase, resensi, boigrafi, otobiografi de el el…

Seteleh berbicara panjang, saya mencoba merangkum dalam coret2 an di belakang makalah, yang hasilnya seperti berikut :

#Fiksi => Fiktif = Skenario sebagai tujuan

#Non-Fiksi => Data sebagai tujuan => skenarionya sastra

Untuk tulisan non fiksi :

  1. Esai = Kolom, Analisa, Opini

  1. Feture

Saya mencoba menulis bagian dari tulisan :

untuk kolom =esai with style => personalisasi

Biasanya tulisan (tetap) dimedia cetak. Seperti catatan pinggir karya Goenawan Mohamad, yang munculdi setiap akhir majalah TEMPO, intinya jika sebuah tulisan disajikan dalam pojok tertentu di koran atau majalah, terbit secara ruti dan ditulis oleh penulis yang tetap maka tulisan itu dikategorikan sebagai tulisan kolom.

analisa = data yang kemudian dikembangkan dalam bentuk sastra

opini, karya dengan pemikiran pribadi sesuai dengan konflik yang sedang terjadi.

Tentang FEATURE

Bisa dikatakan sebagai artikel yang kreatif, kadang-kadang subyektif, terutaram dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadia, keadaan atau aspek kehidupan.

Menurut Farig Gaban, karakteristik feature bisa dijabarkan sebagai berikut :

  1. Kreatifitas

Berbeda dengan tulisan biasa, feature bisa memungkinkan reporter “menciptakan sebuah cerita”, tapi jangan sekedar khayalan, harus sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan, takutnya malah lari ke Cerpen lagi,he2

  1. Subjektifitas

Beberapa Feature ditulis dalam bentuk “AKU”, sehingga memungkinkan reporter memasukkan emosi dalam pikirannya sendiri. Meskipun banyak reporter yang didik dalam reporting obyektif. Ia tetap memakai teknik ini jika tidak ada pilihan lain, dan hasilnya, enak dibaca. Tapi boleh kita ingat sebagai reporter “Kalau Anda Bukan tokoh utama, jangan sebut2 Anda dalam tulisan tersebut, oke”

  1. Informatif

Intinya bisa memberikan informasi kepada pembaca, baik itu aspek kehidupan sosial, politik atau kejadian. Feature bisa menggelitik hati sanurbari manusia unuk menciptakan konstruktif.

  1. Menghibur

Reporter surat kabar mengakui bahwa mereka tidak akan bisa “mengalahkan” wartawan radio dan televisi untuk lebih maju dulu ke masyarakat. Dalam hal seperti ini, setiap wartawan bisa mencari feature yang lagi hangat dan menarik, seperti berita variasi skandal, pembunuhan dan pertentangan, yang akhirnya bisa membuat pembaca tertawa tertahan.

  1. Awet

Dalam Feature, biasa berita yang dikemas bakal awet, kalo ngga…bukan feature tuh…memang si sebuah feature yang keren itu memerlukan waktu yang mendalam, misal: profil seorang polisi bakal didapat setelah wawancara dengan kawan2 nya, keluarga, musuh2nya bahkan kepala polisi itu sendiri. Diperlukan juga waktu untuk mengenal tabiat mereka, reaksi terhadap sebuah kejadian, dan tanggungjawabnya sebagai polisi.

Kesimpulan feature, tulisan ini bisa memberikan sebuah penekanan yang lebih besar terhadap fakta fakta yang penting, yang mungkin bisa merangsang emosi ( menghibur, empati, disamping tidak meninggalkan unsur informatifnya) dengan kata lain feature itu sebuah kisah HUMAN INTEREST (colorful story)

Jenis –jenis Feature

  1. Feature kepribadian (profil)
  2. Feature sejarah
  3. Feature petualangan
  4. Feature musiman
  5. Feature interpretatif
  6. Feature kita

Duuh cape juga ya nulis itu? Tapi akan menyenangkan lo kalo sudah selesai…How To Do It? Udah bisa kan? Coba aja dengan meletakkan jari di keyboard atao di kertas, langsung tulis kalimat pertama yang terlintas di benak, insya Allah bakal berkelanjutan deh tulisan kalian…

To be continued

17 Tanggapan to “Dunia Tanpa Koma (Training+materi Jurnalistik)”

  1. justone said

    belum ada lanjutannya ya? trainingnya menarik, trims …

  2. memet said

    oi…ada jua lah disana kaya itu.
    salam dari pengaron nah, kawan ai

  3. ocieters said

    hewhew :d

  4. romy said

    Wah, terima kasih ilmunya…🙂
    Ditunggu lanjutannya yah

  5. ternyata seperti ini ya dunia tulis menulis

  6. Hanara said

    hehe, makalahnya nangkring di sini tah? Pake poto lagi, hiks!

    Btw, nice site, luengkap lagi! Keep going yah

    :. Hanara

  7. Hanara said

    Hehe, makalahnya nangkring di sini tah? Pake poto lagi hiks!

    Btw, nice site here, luengkap lagi🙂

    Keep going yah

  8. wanoja said

    hebat!
    nambah ilmu niy…

  9. andy said

    langsung tancaaaaap latiannya mas

  10. wennyaulia said

    wah, susah juga
    hehehe

    thx eniwei
    at least saya tau teorinya:mrgreen:

  11. Rindu said

    Tulisan nya bagus-bagus tapi ilmu saya gak nyampe …🙂

  12. hafidzi said

    ko bisa?pdhal kan ngga perlu banyak teori? tulis tulis dan tulis, maslah teori belkangan deh ya

  13. Bole said

    susah ya? tp setelah dicoba jadi nya mudah
    thanks ya Hafidzi

  14. Rifqui said

    waah jadi juga ya berangkat ke helwan nya???

  15. fickry said

    saya tertarik dengan kisah si hawanya🙂
    salam kenal sobat

    -F-

  16. erikmarangga said

    senang bs surfing ksini:) aww akhi. salam kenal. aq link ya?

  17. iank said

    beritax good,ajarin aq donk tentang teknik penulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: