Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

CC, mengapa tidak boleh?

Posted by hafidzi pada 29 Mei 2007

Kartu kredit itu pada hakikatnya adalah pinjaman uang untuk belanja sesuatu yang untuk itu dikenakan kewajiban untuk mengembalikan plus bunganya.

Selain itu ada iuran yang harus Anda bayarkan setia tahun di luar uang yang Anda pinjam itu. Meski terkadang bila belum jatuh tempo, belum lagi dikenakan bunga. Sehingga ada celah dimana penggunaannya memang tidak dalam praktek pembungaan uang pinjaman.

Di zaman ini berbelanja dengan menggunakan kartu kredit memberikan banyak manfaat dan kelebihan, selain urusan gengsi.

Pertama, masalah keamanan.

Seseorang tidak perlu membaya uang tunai / cash kemana-mana. Cukup membawa sebuah kartu kredit dan biasanya kartu itu bisa diterima dimanapun di belahan dunia ini. Seseorang tidak perlu merasa khawatir untuk kecopetan, kecurian atau kehilangan uang tunainya. Bahkan bila kartu kredit ini hilang, seseorang cukup menghubungi penerbit kartu itu dan dalam hitungan detik kartu tersebut akan diblokir.

Kedua, masalah kepraktisan.
Membawa uang tunai apalagi dalam jumlah yang besar tentu sangat tidak praktis. Dengan kartu kredit seseorang bisa membawa uang dalam jumlah besar hanya dalam sebuah kartu.

Ketiga, masalah akses.
Beberapa toko dan perusahaan tertentu hanya menerima pembayaran melalui kartu kredit. Misalnya toko online di internet yang sangat mengandalkan pembayaran dengan kartu kredit. Kita tidak bisa membeli sebuah produk di amazon.com dengan mengirim wessel pos.

Namun tidak berarti kartu kredit itu bisa sukses di setiap tempat. Untuk keperluan belanja kecil dan harian, penggunaan kartu kredit tidak banyak berguna. Untuk jajan bakso di ujung gang, masih sangat dibutuhkan uang tunai. Tukang bakso tidak menerima American Visa dan sejenisnya.

Selain itu dengan maraknya kasus carding atau pemalsuan kartu kredit di internet terutama dari Indonesia, sampai-sampai transaksi online bila pemesannya dari Indonesia tidak akan dilayani. Pada dasarnya, prinsip kartu kredit ini memberikan uang pinjaman kepada pemegang kartu untuk berbelanja di tempat-tempat yang menerima kartu tersebut. Setiap kali seseorang berbelanja, maka pihak penerbit kartu memberi pinjaman uang untuk membayar harga belanjaan. Untuk itu seseorang akan dikenakan biaya beberapa persen dari uang yang dipinjamnya yang menjadi keuntungan pihak penerbit kartu kredit. Biasanya uang pinjaman itu bila segera dilunasi dan belum jatuh tempo tidak atau belum lagi dikenakan bunga, yaitu selama masa waktu tertentu misalnya satu bulan dari tanggal pembelian. Tapi bila telah lewat satu bulan itu dan tidak dilunasi, maka akan dikenakan bunga atas pinjaman tersebut yang besarnya bervariasi antara masing-masing perusahaan.

Jadi bila dilihat secara syariah, kartu kredit itu mengandung dua hal :

Pertama,
Pinjaman tanpa bunga yaitu bila dilunasi sebelum jatuh tempo.

Kedua,
Pinjaman dengan bunga yaitu bila dilunasi setelah jatuh tempo. Bila seseorang bisa menjamin bahwa tidak akan jatuh pada opsi kedua, maka menggunakan kartu kredit untuk berbelanja adalah halal hukumnya. Tapi bila sampai jatuh pada opsi kedua, maka menjadi haram hukumnya karena menggunakan praktek riba yang diharamkan oleh Allah SWT.

3 Tanggapan to “CC, mengapa tidak boleh?”

  1. booz_golds said

    ka fizi,judul nya ATM kan?kenapa bahasannya kartu kredit yah?menanggapi judulnya “Hukum ATM, mengapa tidak boleh?”kalo sehemat pengetahuanku seh kartu kredit bisa jadi kartu ATM,tetapi tidak semua kartu ATM itu kartu kredit,bisa di gesek jadi kartu kredit saat shooping.Seumpama kartu ATM(anjungan tunai mandiri)saja,maksudnya tidak merangkap kartu kredit loh,itu bukan kartu kredit,melainkan kartu ATM!transaksinya hanya bisa di ambil di box ATM aja,alias tidak bisa digesek seperti kartu kredit.jadi dari kaca mata syar’i halal-halal aja kan?karna uang yg keluar emang dari saldo tabungan kita,bukan dari kredit/pinjaman bank yg harus kita lunasi+bunganya,buktinya andaikan saldo kita minus dari nominal yg kita pencet waktu transaksi pengambilan,otomatis uangnya gak keluar toh?karna kurang duitnya&gak ada istilah dipinjamin bank kan:(
    untuk kartu kredit setubuh pendapat deh ama ka fizi sebagaimana dipaparkan di atas.
    maybe salah ketik aja yah saat ngetik judul,hehehe….jadi ketulis
    “Hukum ATM, mengapa tidak boleh?”bukannya Hukum kartu kredit, mengapa tidak boleh?
    wallahu A’lam bissawab:)

    mohon maaf kalo tesalah:)

  2. azharku said

    hehhe ternyata benar, saya lupa kalau atm itu bukan cc, thank ya buat yang ngasih saran and kritik.
    Karena saya sendiri belum pernah menggunakannya. cuma hanya ingin tahu saja….

  3. zhabriek said

    senang sesaat susahnya bikin sesat.
    1. kelebihan kartu kredit(KK) cuma satu. kita tidak perlu bawa uang tunai terlalu banyak untuk berbelanja.
    2. kekurang ajaran kartu kredit terlalu banyak: bikin penguna kk jadi lebih konsumtif(boros), bunga yang terlalu tinggi melebihi bunga tabungan atau deposito etc, hanya menampilkan pembayaran minimun sehingga banyak penguna kk yang tertipu. susah untuk ditutup.so itu kk jadi beda banget ma kelebihan dan kekurangan atm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: