Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

Taubat Para Wali

Posted by hafidzi pada 11 September 2006

Zun Nun Al-Misri mendengar bahwa ada seorang yang sangat alim dan zuhud, maka pergilah dia kesana untuk belajar. Sesampainya disana dia menjumpai seorang lelaki yang menggantungkan dirinya pada sebatang pohon dengan kepala ke bawah. Orang itu berkata: “Wahai diri! Tolonglah aku dalam mentaati Allah. Kalau tidak niscaya aku akan hukum engkau dalam keadaan seperti ini sampai engkau mati kelaparan.”

Zun Nun mendekati orang itu lalu memberi salam dan dia menjawab.

“Apa yang telah terjadi dengan engkau?” Tanya Zun Nun.

“Tubuhku ini telah menghalangi aku untuk berseronok dengan Allah, kerana ingin bersuka-suka dengan manusia.” Jawab orang itu.

Dengan jawaban itu, Zun Nun menyangka bahwa orang itu telah menumpahkan darah sesama muslim atau telah berbuat dosa besar lainnya.

“Apa yang telah engkau lakukan?” Tanya Zun Nun.

“Tahukah engkau bahwa jika seseorang itu bercampur baur dengan orang lain, banyak perkara yang boleh berlaku?”

“Kalau begitu, engkau ini betul-betul orang warak dan alim,” kata Zun Nun.

“Mahukah aku tunjukkan kamu orang yang lebih alim dariku?” kata orang itu.

“Boleh juga,” kata Zun Nun.

“Nah, sekarang pergilah engkau agak ke atas bukit ini. Insya Allah, engkau akan berjumpa dengan wali Allah yang saya maksudkan itu,” kata lelaki itu.

Maka segeralah Zun Nun mendaki agak sedikit ke atas lagi sehingga akhirnya ia berjumpa dengan satu tempat pertapaan yang di dalamnya ada seorang pemuda sedang duduk bersila, sementara di hadapan pintu pertapaan itu ada sebelah kaki yang terpotong membusuk dan dimakan ulat. Zun Nun sangat ngeri dan tidak faham apa yang dilihatnya itu. Maka diapun bertanya kepada pemuda tersebut apa artinya semuanya itu.

Pemuda itu menerangkan bahwa pada suatu hari dia sedang duduk di dalam beribadahnya, tiba-tiba ada seorang perempuan yang melintas di luar. Apabila dia terpandang kepadanya, timbul keinginannya kepada wanita cantik itu dan coba untuk mengejarnya dari belakang.

Akan tetapi, baru saja dia melangkahkan sebelah kakinya ke luar dari tempatnya, tiba-tiba dia mendengar suara: “Wahai manusia, apakah engkau tidak merasa malu? Setelah tiga puluh tahun engkau menghadapkan hati kepada Tuhan, tiba-tiba sekarang engkau telah mahu ditipu oleh syaitan dan akan mengejar perempuan jahat itu.”

Disebabkan kerana kesalahannya itulah, pemuda itu telah memotong sebelah kakinya yang telah terlanjur keluar dari tempat ibadahnya.

“Jadi aku ini sebenarnya orang berdosa,” kata lelaki itu. “Maka dari itu engkau tidak patut menemuiku yang sedang dalam penantian keputusan ini. Jika engkau ingin menjumpai seorang yang betul-betul wali, pergilah engkau ke puncak bukit ini.”

Sayang puncak bukit tersebut terlalu tinggi dan sukar untuk didaki sehingga Zun Nun tidak sanggup mencapainya. Sebaliknya dia hanya mendengarkan saja cerita si pertapa dari orang-orang yang mengetahuinya.

Katanya ada seorang lelaki yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya kepada Allah. Dia telah bersumpah untuk tidak makan selain dari usahanya sendiri dan tidak akan makan makanan yang telah diproses. Dengan izin Allah, sekumpulan lebah telah membuat sarang di dekat tempat ibadahnya, dengan madu lebah itulah wali tersebut mengalas perutnya. P

Muhammad Nizar .H.*

*Mahasiswa Jurusan Dirasah Islamiyah

Satu Tanggapan to “Taubat Para Wali”

  1. legolas roxy said

    makanya sudah saatnya anak kmkm bertaubat dari rokok, penampilan urakan yang rambutnya dicat,kalian kan pulang nanti tampil sbg dai-dai muda yang menyuarakan hukum ini dan ini, nggk boleh gini nggk boleh gitu…padahal…..maaf jangan tersinggung dengan komentar saya…maafin yachhhhhhhhhhhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: