Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

EGO

Posted by hafidzi pada 11 September 2006

Agama mengajarkan “cintailah sesamamu”. Orang yang tidak mau menaruh perhatian pada sesamanya, yang bersikap egois pasti akan menderita kesulitan besar dalam hidupnya, kesulitan bersosialisasi dan kesulitan beradaptasi. Orang yang memiliki typical egois sangat menyusahkan orang lain, dan orang-orang semacam itulah yang menyebabkan kegagalan seluruh umat, hancurnya peradaban, kebudayaan, dan kelestarian dalam membina keharmonisan karena mementingkan hak prinsipil tanpa memerhatikan kondisi sekitar dengan memprioritaskan kepentingan umum.

Yang kita harapkan dari setiap manusia ialah agar mereka menjadi sosok yang memiliki sifat peka terhadap lingkungan dimana dia tinggal dan mempunyai jiwa sosial tinggi yang simpatik, sahabat bagi sesamanya serta pribadi yang menyenangkan dalam komunitasnya. Bukan malah sebaliknya, menjadi musuh bagi rekannya serta menjadi sumbu api yang menyulut kekacauan, ketidak harmonisan yang akhirnya menciptakan kondisi pergaulan tidak kondusif. Satu sama lainnya tidak pernah bertegur sapa, saling gondok-gondokkan, mau menang sendiri, ujung-ujungnya saling menceritakan aib dan kejelekan. Tanpa disadari, dimensi waktu (pertikaian) yang dilalui telah membutakan mata, memekakkan telinga lalu kosong, hampa. Komunitas dimana mereka tinggal berubah menjadi kebuasan, keharmonisan menjadi perkelahian dan ketenangan berubah menjadi kegalauan, siapa kuat dialah yang keluar sebagai pemenang, siapa yang sanggup menghadapi kerusakan dan kekacauan dialah sang juara diantara binatang-binatang liar. Lantas! Yang lemah, murung dalam perasaan sedih dan pilu sambil merenungi kondisi lingkungan hidup yang memang ganas, tiada peraturan, tiada batasan norma, tiada hakim, akhirnya yang lemah menjadi pecundang, terbawa arus pergaulan dan akhirnya diapun menjadi picik dan licik.

 

Jadilah manusia yang berperasaan, wajar dan matang. Percayalah! Disaat paradigma egois yang memiliki sifat dasar ingin menang sendiri tak lagi digunakan kemudian berusaha untuk menegakkan sendi-sendi kebersamaan yang biasanya tegak berdiri dalam suasana rukun dan harmonis , niscaya kehidupan dunia semakin bersemarak dan alam raya pun tersenyum, terpukau oleh keadaan hidup manusia yang bersahaja, yang berusaha untuk menyenangkan sesama, setidaknya untuk menciptakan suasana yang bersahabat yang mana kawan bukanlah lawan, yang mana sahabat bukanlah penjahat.

 

Bila anda seorang egois lewatilah paragraph ini, anda mungkin tidak akan tertarik karena paragraph ini menceritakan seseorang yang mana dulunya dia tidak pernah memerhatikan keadaan sekitarnya, kebersihan tidak pernah dijaga, peraturan yang dibuat diatas kesepakatan tidak pernah dilaksanakan. Dia tahu bahwa kehidupan di perantauan mestilah saling tolong menolong, tidak bisa hidup dengan kesendirian tapi sayang sifat ingin menang sendiri telah memabukannya. Beberapa tahun belakangan saya memperhatikan kondisi dia, sungguh menakjubkan, perubahan yang dia alami begitu drastis adanya, kini dia menjadi sosok yang rajin, peka terhadap lingkungan, suka memerhatikan kebersihan dan menanggalkan penyakit kronis (ego dan malasnya) yang dulu. Rasa kagum ini saya utarakan kepadanya, ikhwal apakah yang membuatnya berubah, dia pun menjawab.”hargailah rasa saling setia kawan yang mana kita sudah disatukan dalam rasa setumpuk dan sependeritaan di banua urang, jangan jadikan kawan seperti babu apalagi pembantu karena kita hidup di perantauan. Memang kau dapat berdiri sendiri tapi disaat engkau tertimpa musibah dikala itulah engkau merasakan betapa pentingnya kehadiran kawan untuk bersedia menolongmu dalam setiap waktu. Bukankah pepatah mengatakan “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Dan inilah jalan yang terbaik agar engkau bisa saling tenggang rasa. Dan dengan sendirinya kita berhenti memikirkan diri kita sendiri, ingat! Bila anda berbuat baik terhadap orang lain, anda berbuat paling tepat untuk kesehatan jiwa anda”.

 

Altruisme (Sikap mementingkan hajat public) begitu dibutuhkan dalam komunitas mahasiswa yang rata-rata sudah memiliki jiwa mandiri, setidaknya sudah berani untuk menjelajah jauh kenegeri orang tanpa pendamping orang tua, ironisnya sebagian di antara mereka telah berumur tua (diatas 17) tapi sayang belum dewasa, yang kita harapkan adalah sifat pendewasaan sejak dini. Kini kita hidup tidak lagi dalam peraturan pondok yang ekstra ketat, tidak dibelengu oleh the control of parent, semua bebas untuk berekpresi, sekarang kita hanya dituntut kesadaran penuh. Siapa yang merasa tidak kekanakan-kanakan, bersikaplah wajar dan matang. Tentu sekarang kita sudah bosan dan jenuh dengan titah dan perintah, dengan larangan dan rintangan tapi setidaknya kita masih memiliki hati nurani. Gunakanlah hati nurani, akal dan perasaan! Ciptakanlah suasana lingkungan dimana kita berdiam penuh dengan nilai norma dan susila yang patut, minimalnya berusaha untuk menjaga kebersihan dan peraturan yang berlaku.

Terakhir, saya ingin mencoretkan sebuah ilustrasi buat kawan setumpuk- sependeritaan di banua urang:

 

Bila engkau wahai kawan tidak bisa jadi pohon cemara diatas bukit

Jadilah belukar dilembah- tapi harap jadilah belukar indah dipinggir parit

Bila engkau tidak bisa jadi rajawali yang terbang tinggi dicakrawala

Jadilah nuri yang berkicau indah didahan

Bila engkau wahai sahabat tidak bisa jadi pelipur lara dikala duka

Jadilah sebuah oase kedamaian ditengah badai pasir kehidupan

Bukan besarnya yang mengukur engkau kalah dan menang

Yang penting jadilah wajar dan matang …………

kebahagian untuk diri sendiri tergantung pada kebahagiaannya dalam diri orang lain dan kebahagiaan mereka ada dalam dirinya”. (bedy lembayu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: