Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

Antara Dua Mimpi

Posted by hafidzi pada 11 September 2006

Kalau dua insan yang berbeda jenis dan keduanya sedang terbuai di alam cinta, tentu saja mimpi mereka berdua tidak akan jauh dari segala hal yang merupakan buah dari perasaan rindu, takut berpisah, dan keinginan untuk bisa selalu bersama. Namun jika yang bermimpi adalah dua bangsa yang mempunyai tujuan dan kepentingan berbeda, sudah barang tentu mimpi mereka adalah mimpi yang melahirkan kegigihan dan pengorbanan demi terwujudnya mimpi tersebut. Di satu pihak, akan lahirlah para pahlawan dan pejuang, sedang di pihak yang lain telah memunculkan wajah-wajah bengis para penindas dan penjajah yang tanpa belas kasihan akan terus memeras keringat membanting tulang demi menguasai petak demi petak tanah yang sebenarnya bukan untuk mereka.

Palestina, negeri Kan’ân atau dengan sebutan orang-orang dahulu kala dengan nama Kharu—untuk bagian selatan—dan Retenu—untuk bagian utara—adalah negeri yang hingga saat ini masih harus terus bermimpi. Mimpi yang bagi bangsanya adalah mimpi terindah. Namun sayangnya mimpi itu justru di saat mereka dan bangsa arab yang lainnya semakin tidak berdaya dalam cengkraman hegemoni negeri Paman Sam, terlebih lagi paska jatuhnya Iraq di tangan mereka. Sementara itu Israel dengan mimpinya untuk membentuk Negara Israel Raya yang ditargetkan menguasai seluruh kawasan Timur Tengah yaitu membentang antara sungai Eferet (Furât) Iraq hingga sungai Nil Mesir—bahkan mereka bermimpi untuk menguasai dunia sebagaimana yang disebutkan oleh Dr. Nahom Goldman dalam sebuah sambutannya pada kongres Yahudi sedunia yang diselenggarakan di kota Montreal Kanada tahun 1947 —akan terus berusaha hingga mereka bisa menemukan kembali Al-Ardhu Al-Maudhû’ah (tanah yang dijanjikan) oleh Tuhan Ibrahim dan Musa kepada mereka sebagai bangsa terpilih yaitu bangsa Yahudi.

Ariel Sharon dan Abu Mazin boleh duduk di satu meja untuk membicarakan langkah-langkah perdamaian antara kedua bangsa, dan memang telah tercapai kesepakatan dari kedua belah pihak. Di antaranya adalah penarikan pasukan Israel dari Gazza dan kewajiban pemerintahan Abu Mazin untuk menghentikan aksi kekerasan terhadap warga Yahudi oleh gerakan Hamas Palestina. Namun perlu kita ingat bahwa Yahudi bukan hanya Ariel Sharon, ia bisa saja memerintahkan pasukan Israel untuk menghentikan aksi militer mereka, namun siapakah yang bisa menghilangkan semangat Tuhan—istilah yang diutarakan oleh salah seorang pendeta Yahudi—yang sudah tertanam kuat di hati mereka bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang paling mulia sedangkan bangsa lain adalah bangsa yang hina dan halal darahnya. Bahwa bangsa Yahudi adalah anak-anak Tuhan yang kelak akan memimpin dunia dan Tuhan telah menjanjikan kepada mereka sebuah tanah sebagai tempat tinggal mereka.

Berbekal semangat Tuhan yang mereka imani itu, sudah dapat dipastikan mereka akan tetap melakukan kekerasan dan penindasan terhadap bangsa Palestina meskipun pihak pemerintah Israel telah berdamai dengan pemerintah Palestina sekalipun. Terbukti beberapa kali Israel telah mengkhianati kesepakatan yang mereka buat bersama pemerintahan Palestina dan baru-baru ini meskipun telah dicapai kesepakatan antara Ariel Sharon dan Abu Mazin pada pertemuan di kota Syarm Syeikh Mesir beberapa minggu yang lalu, seluruh bangsa di dunia khususnya umat Islam dikejutkan dengan adanya ancaman dari kelompok ekstrim Yahudi yang akan melakukan penyerangan terhadap Masjid Al-Aqsha. Ancaman mereka itu tentu saja menuai aksi protes dari segala kalangan di dunia, khususnya umat Islam, karena Al-Aqsha adalah tempat suci kedua bagi umat Islam setelah Ka’bah Baitullah.

Terlepas dari semua bahaya laten yang ditimbulkan oleh kaum Yahudi apapun bentuknya, tulisan ini mencoba mengajak para pembaca untuk memahami apa sebenarnya yang menjadi latar belakang semua yang dilakukan oleh bangsa Yahudi hingga mereka selalu menjadi sorotan dunia melalui lensa sejarah perjalanan mereka dari masa ke masa.

Siapakah Penduduk Palestina Yang Asli?

Di dalam kitab Perjanjian Lama disebutkan bahwa penduduk yang pertama kali menempati Palestina adalah bangsa Kan’ân atau dengan nama lain adalah bangsa Âmûriyyûn (Amorites) yang tergolong dalam golongan Sâmiyyûn (bangsa Arab) sebagaimana yang disebutkan oleh Breasted—seorang ahli sejarah—bahwa Kan’âniyyûn termasuk dalam golongan bangsa Arab yang menempati Palestina sejak tahun 2500 SM. Kemudian bangsa Amorites tersebut terbagi menjadi tujuh kabilah yaitu: Âmûriyyûn, Kan’âniyyûn, Haitsiyyûn (Hittites), Hayyûyûn (Hivites), Gharghâziyyûn (Girgazites), Fariziyyûn (Perizzittes), dan Yabûsiyyûn (Jebusites).

Sejarah Yahudi Kuno Berdasarkan Kitab Perjanjian Lama ( العهد القديم ).

Dalam menelisik sejarah tentang Yahudi, dapat dimulai dari sejarah perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s bersama keluarganya menuju negeri Kan’an sekitar tahun 1800 SM. Sebuah negeri yang belum pernah dilihat oleh Ibrahim sama sekali, namun Tuhan telah memerintahkan kepada Ibrahim untuk berhijrah menuju negeri tersebut untuk memulai hidup baru dan menyebarkan ajaran Tuhan kepada manusia.

Dari Ibrahim, sejarah Yahudi terus berlanjut hingga ke masa Nabi Ishaq a.s yang kemudian mempunyai dua orang anak kembar yaitu ’Îsu dan Ya’kub dari istrinya yang bernama Rifqah binti Nahûr. Diceritakan dalam kitab Perjanjian Lama bahwa sang ibu lebih menyayangi Ya’kub daripada ’Îsu dan ia selalu berusaha untuk memenangkan Ya’kub dari saudaranya sendiri. Dan kepada Ya’kublah dinisbatkan nama Israel.

Dalam bahasa Ibrani kata Israel ( إسرائيل ) maknanya adalah orang yang bergulat dengan Tuhan. Dan diceritakan dalam kitab Perjanjian Lama bahwa Tuhan telah menyerupa sebagai seorang laki-laki yang datang kepada Ya’kub untuk menantangnya bergulat, oleh sebab itulah ia disebut dengan nama Israel. Sedangkan dalam bahasa Arab, di dalam Tafsir Qurthubi disebutkan makna dari kata Israel adalah hamba Allah sebagai gambaran ibadah yang dilakukan oleh Ya’kub kepada Allah.

Sejarah bangsa Yahudi terus bergulir hingga masa Nabi Yusuf di Mesir dan dilanjutkan oleh Nabi Musa yang menyelamatkan bangsa Yahudi dari penindasan Fir’aun dari bangsa Qibty—penduduk asli mesir—dan memimpin mereka berhijrah ke negeri Kan’an pada tahun 1450 SM. Bagi bangsa Yahudi, hijrah ini merupakan hijrah pertama yang mereka lakukan dan hijrah yang kedua dipimpin oleh Theodore Hertsel pada tahun 1947 disusul dengan diproklamirkannya Negara Israel pada tahun 1948 oleh David Ben Goreon.

Sejarah Berdirinya Negara Yahudi (Israel) Melalui Gerakan Zionis.

Gerakan Zionis Yahudi didirikan oleh seorang Yahudi bernama Theodore Hertsel pada tahun 1897 dalam sebuah kongres Yahudi dan menetapkan dirinya sebagai pemimpin gerakan tersebut. Inisiatif pembentukan gerakan zionis ini, timbul dari rasa ketidakpuasan Hertsel terhadap perlakuan bangsa Eropa terhadap bangsa Yahudi dan sikap permusuhan yang mereka tampakkan pada bangsanya. Puncak kegeraman Hertsel adalah pada ketika ia ditugaskan untuk meliput sebuah persidangan—saat itu Theodore Hertsel bekerja sebagai seorang wartawan di harian Neue Fiere Presse di kota Paris—yang mengadili seorang pemuda Yahudi bernama Dregus Avayer pada tahun 1894 di kota Paris. Dalam persidangan tersebut, sangat tampak sekali sikap permusuhan terhadap bangsa Yahudi, hingga akhirnya Hertsel bercita-cita untuk memperjuangkan hak-hak bangsanya dan mendirikan sebuah Negara Yahudi.

Dengan dukungan dari Kerajaan Inggris yang saat itu menguasai Palestina paska runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani tahun 1918, gerakan zionis Yahudi dibawah pimpinan Hayen Wezman seorang Yahudi Rusia yang menggantikan Theodore Hertsel berhasil memuluskan sebagian rencana besarnya yaitu memindahkan bangsa Yahudi yang berada di beberapa belahan dunia untuk menempati tanah yang dijanjikan oleh Kerajaan Inggris di kawasan Palestina. Tercatat pada tahun 1930 jumlah orang Yahudi yang sudah berada di Palestina mencapai jumlah 170.000 jiwa, jumlah tersebut semakin bertambah seiring dengan hijrah bangsa Yahudi secara besar-besaran.

Pada tahun 1948 barulah zionis Yahudi memproklamirkan berdirinya Negara Yahudi setelah PBB menetapkan pembagian wilayah di tanah Palestina menjadi dua bagian untuk bangsa Yahudi dan bangsa Arab Palestina. Beberapa Negara besar saat itu langsung menyatakan pengakuan mereka terhadap kedaulatan Negara Israel seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet serta Negara-negara yang lainnya. Dan pada tahun 1949 Israel resmi menjadi anggota PBB.

Sejak saat itulah bangsa Yahudi dengan Negara yang telah berhasil mereka dirikan semakin semena-mena di tanah Palestina. Jengkal demi jengkal tanah Palestina mereka rampas dengan kekejaman dan mengorbankan ribuan jiwa rakyat Palestina hingga saat ini.

Penutup

{Pergilah dari negerimu bersama keluargamu dan dari rumah ayahmu menuju ke sebuah negeri yang akan Aku perlihatkan kepadamu. Maka Aku akan menjadikanmu sebagai umat yang besar, dan aku akan membesarkan namamu supaya kamu menjadi keberkahan. Aku akan memberkahi orang yang memberkatimu dan melaknat orang yang melaknatmu. Dan padamulah keberkahan seluruh kabilah yang ada di muka bumi.} (Kitab Perjanjian Lama 12/1-3)

Inilah perintah Tuhan kepada Ibrahim yang disebutkan dalam Kitab Perjanjian Lama untuk berhijrah menuju ke negeri Kan’an yang telah dijanjikan oleh Tuhannya. Hingga saat ini hijrah itu akan terus berlangsung dan bangsa Yahudi tidak akan pernah berhenti berusaha untuk mewujudkan mimpi mereka untuk mencari tanah yang telah dijanjikan oleh Tuhan. Mereka adalah umat yang suci, umat yang telah dipilih oleh Tuhan semesta alam sebagai umat yang akan memimpin dunia. Hari ini Palestina sudah berada di dalam genggaman mereka dan Iraq sudah tidak berdaya di bawah jajahan Amerika Serikat, namun mereka tidak akan berhenti sampai di situ saja. Mungkin besok hari Lebanon, Suriah, Yordan, bahkan Mesir akan menyusul.

Mimpi mereka terlalu indah dibandingkan mimpi-mimpi bangsa yang lain, mimpi mereka adalah mimpi yang mampu mengorbankan ribuan bahkan jutaan nyawa manusia. Maka waspadalah, ancaman itu akan selalu ada, karena bangsa Yahudi akan selalu bermimpi untuk dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: