Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

Akankah lahir sebuah generasi tangguh

Posted by hafidzi pada 11 September 2006

Ketika kita berbicara mengenai Ramadhan rasanya sudah menjadi sesuatu yang tidak asing lagi bagi kita. Banyak buku, majalah, dan buletin yang ramai membicarakan dan membahas panjang lebar tentang bulan yang suci ini. Mungkin juga kita telah bosan membaca tema ini karena sudah begitu sering dibahas lewat tarhib Ramadhan di berbagai kesempatan.

Namun lewat pertanyaan yang saya lontarkan diatas, pernahkah anda para pembaca sekalian berpikir mengapa Ramadhan begitu istimewa? mengapa Allah meletakkan malam nuzulul qur`an dan malam lailatul qadar di bulan ini? secara sederhana mungkin anda semua sepakat kalau jawabannya adalah karena di dalam bulan Ramadhan diwajibkan puasa sebulan penuh bagi seluruh muslim dan muslimah, di dalamnya juga Allah menyunahkan shalat tarawih dan witir. Amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan akan diberi ganjaran pahala yang sangat besar bahkan pahala sunat yang dilakukan di bulan ini akan dicatat seperti amalan wajib.

Mungkin jawaban seperti diatas lah yang akan kita berikan jika orang bertanya tentang Ramadhan. Sebuah jawaban yang dengan sangat mudah kita temukan di buku-buku, majalah dan buletin-buletin atau lewat tarhib Ramadhan. Bahkan jawaban yang serupa itu pun akan diberikan oleh anak kecil jika ditanya tentang Ramadhan. Namun sebagai seorang mahasiswa/i Al-Azhar akankah jawaban itu sudah cukup? Tentu saja tidak, karena masih banyak lagi hal-hal lain yang bisa kita dapatkan dari Ramadhan itu sendiri, dan hanya seorang thalabul `ilmi saja yang bisa menggali dan memperoleh mutiara hikmah dibalik keistimewaan Ramadhan, diantaranya:

1. Ramadhan sebagai wadah mentarbiyah pribadi kuat dan tangguh.

Bagi seorang muslim dan muslimah, Ramadhan bukan hanya sebagai wadah memperbanyak amalan-amalan dzahir seperti puasa, shalat, zikir, tilawah, tetapi juga sebuah wadah untuk mentarbiyah masing-masing pribadi secara batin agar bisa menjadi manusia yang tangguh, kuat lahir dan batin.

Itulah sebabnya maka banyak para sahabat rasulullah yang telah jauh-jauh hari mempersiapkan diri guna menghadapi Ramadhan dengan memperbanyak puasa di bulan Rajab dan Sya`ban.

Banyak hal yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan selain amalan dzahir tersebut seperti :

I. Mujahadatun nafs.

Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, rahmat allah banyak turun di bulan ini. Syaitan-syaitan pun dibelenggu di bulan ini, sehingga kita bisa leluasa melakukan ibadah dan amalan shaleh, tetapi kadang kita lupa bahwa kita juga punya nafsu. Nafsu yang selalu ada di dalam diri kita sendiri, tapi kita tidak bisa luput dari pengaruh nafsu tersebut. Tentu saja nafsu yang dimaksud disini adalah nafsu sayyiah yang bisa merusak ibadah kita dan menjauhkan kita dari Allah sehingga kita tidak mampu memperoleh kemenangan yang hakiki di lebaran nanti.


II. Melatih kesabaran.

Ramadhan juga sebagai wadah untuk melatih kesabaran, karena kadang ketika berpuasa kita kurang bisa mengontrol diri ketika marah, suasana siang hari yang panas dengan rasa haus dan lapar yang lumayan menyiksa membuat kita cepat tersinggung dan mudah marah. Padahal hakikat sebenarnya dari disyariatkannya puasa adalah untuk melatih kesabaran, sabar ketika lapar dan haus, sabar ketika dihina dan sebagainya.

III. Melatih kedisiplinan diri dan kepekaan sosial.

Ketika Ramadhan, kita yang dulu shalatnya sering telat menjadi rajin shalat diawal waktu, kita yang dulu tilawahnya suka malas menjadi agak rajin karena di iming-imingi pahala yang besar, kita yang dulu qiyamul lailnya agak jarang, jadi rajin bangun malam. Banyak hal-hal yang di bulan lain tidak pernah kita lakukan, tetapi ketika Ramadhan kita mau melakukannya. Begitulah Ramadhan, bisa berfungsi sebagai sarana melatih kedisiplinan diri, ibadah kita jadi teratur dan terencana dengan baik. Demikian juga seorang yang dulunya acuh dengan tetangga, tidak peduli dengan keadaan sekitar, tidak peka dengan apa yang menimpa saudara-saudara kita di Irak, Palestina, Afganistan, namun ketika Ramadhan ada sedikit perasaan peduli dengan orang lain, sisi kemanusiannya pun mulai muncul. Oleh karena itu diantara hikmah di syariatkannya puasa adalah agar kita juga ikut merasakan dan memahami bagaimana perasaan dan penderitaan para fakir dan miskin.

2. Ramadhan sebagai sarana untuk mencapai kemenangan hakiki.

Tidaklah seorang bisa dikatakan telah mendapatkan kemenangan hakiki hanya karena dia bisa puasa sebulan penuh atau karena tarawihnya tak pernah ketinggalan, atau karena ia rajin tilawah dan telah beberapa kali mengkhatamkan Al-qur`an. Sebuah kemenangan hakiki tidaklah cukup meraihnya hanya dengan amalan-amalan dzahir saja, tetapi kemampuan kita untuk mengapresiasikan semua amalan yang kita lakukan di bulan Ramadhan dapat kita lakukan diluar bulan Ramadhan. Itulah kemenangan yang hakiki.

Dari itulah saya mengajak anda para pembaca sekalian, marilah kita sama-sama mencoba meraih kemenangan yang hakiki itu. Karena dari kemenangan yang hakiki itulah akan lahir sebuah generasi muslim yang kuat dan tangguh lahir dan batin. Lewat Ramadhan lah kita berharap lahir sebuah generasi yang siap tempur, memperjuangkan agama Allah dan mampu menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini.

Dan sebagai kalimat terakhir dari saya, sekali lagi saya bertanya pada anda semua “apa yang telah anda lakukan untuk menjemput kemenangan hakiki itu ?” P

oleh : Risda Badri*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: