Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

CARA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP

Posted by hafidzi pada 10 September 2006

Percayakah Anda bahwa ada cara mudah dan murah untuk meningkatkan
kualitas hidup kita? Bukan dengan harta melimpah dan penampilan gagah,
atau faktor-faktor internal semisal penghargaan dan penerimaan orang
lain. Namun dengan sesuatu yang lebih sederhana, sebab ia berasal dari
diri kita sendiri. Sesuatu yang lebih personal.

Tiga Fase Kehidupan
Dalam keyakinan kita sebagai muslimin, ada tiga fase kehidupan yang
sedang dan akan kita lalui. Kehidupan kita di dunia ini, kehidupan di
alam barzakh (kubur) serta kehidupan di akhirat. Di masing-masing fase
ini, ada bentuk-bentuk kenikmatan yang berbeda-beda. Demikian juga
dengan bentuk penderitaan atau kesengsaraannya.
Kebahagiaan yang hakiki hanya akan tercapai jika kita mendapatkan
kenikmatan di masing-masing tahapan ini. Sehingga, ada yang kita sebut
kebahagiaan semu. Yaitu kebahagiaan di dunia belaka, namun berlanjut
dengan penderitaan di tahapan-tahapan berikutnya. Bukankah tidak bisa
disebut kenikmatan, sesuatu yang hanya memberikan nikmat sesaat untuk
kemudian mendatangkan penderitaan selamanya?

Mendudukkan Persoalan
Allah telah berfirman di dalam surat Thaha ayat 124, “Dan barangsiapa
yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan
yang sempit. Dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam
keadaan buta.”
Ada sebagian ulama yang menafsirkan `kehidupan yang sempit’ dengan
azab kubur. Dan bahwa azab kubur merupakan kehidupan yang sempit,
tentulah tidak diragukan lagi. Ibnul Qayyim menambahkan, “Tapi ayat
ini mencakup makna yang lebih umum daripada penafsiran itu. Karena
meski disebut dengan kata nakirah, tapi dalam bentuk itsbat
(penetapan). Sehingga keumumannya dari segi makna.”
Dalam ayat ini Allah mengaitkan kesempitan hidup dengan berpalingnya
manusia dari peringatan-Nya. Dan ini sebuah ketetapan yang pasti
benar. Maka, siapapun yang berpaling dari Allah dalam hidupnya, pasti
akan mendapatkan kesempitan hidup. Kesempitan hidup ini bertingkat-
tingkat sesuai dengan kadar berpalingnya manusia dari Allah. Semakin
dia berpaling, semakin sempit kehidupan yang akan dia rasakan. Pun
demikian pula sebaliknya.semakin dia ingat dan dekat kepada Allah,
semakin lapang kehidupan yang akan dia rasakan.
Ibnu Katsir berkata, “Kesempitan hidup di dunia karena mu’ridh
(manusia yang berpaling) tidak memiliki ketenteraman hidup dan
kelapangan dada. Walau dia bergelimang dengan harta yang melimpah
tetapi hatinya sempit lantaran kesesatannya. Dunia tidak akan
membawanya kepada keyakinan dan hidayah. Dia selalu berada dalam
kegalauan, kebimbangan, dan keraguan. Sementara azab kubur menantinya.

Hatinya yang terikat kepada dunia mewariskan kecintaan kepada dunia,
syahwat dan kedudukan. Angan-angannya yang panjang dan batil
membuatnya mabuk yang lebih berbahaya daripada mabuk karena khamer.
Dia lupa bahwa ada kematian yang mengintai dan pertanggungjawaban di
sisi-Nya kelak.

Termasuk Berpaling dari Allah
Siapa sajakah manusia yang termasuk kelompok mu’ridhin ini? Kelompok
yang wajib merasakan kesempitan hidup sebagai buah dari pohon bernama
‘berpaling’ dari Allah. Dalam Zubdatu at Tafsir disebutkan bahwa yang
termasuk ke dalam kelompok ini ada tiga macam; berpaling dari agama
Allah, berpaling dari membaca kitabullah dan berpaling dari pengamalan
ajaran-ajaran Allah.
Maka seluruh manusia yang ingkar kepada-Nya pasti akan merasakan
kesempitan hidup. Karena sesungguhnya hati manusia tidak akan tenang
dan jiwa tidak akan tenteram kecuali menemukan Ilah (sesembahan) yang
hak. Padahal semua sesembahan selain Allah adalah batil. Yang tidak
akan bisa menentramkan hati dan jiwa para penyembahnya.
Namun demikian, kaum muslimin pun tidak akan merasakan ketentraman
hidup jika mereka tidak membaca kitabullah dan tidak mengamalkan
ajaran-ajaran Allah dengan benar dan sungguh-sungguh. Karena keduanya
termasuk kategori berpaling dari Allah.

Rahasia Hati
Sesungguhnya setiap kebaikan dan kebahagiaan hidup manusia, berpangkal
pada hidup dan matinya hati. Pada bersinar atau gelapnya hati. Allah
berfirman, “Apakah manusia yang mati, kemudian dia Kami hidupkan
(hatinya), dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang
dengannya dia berjalan di antara manusia, serupa dengan manusia yang
berada di dalam kegelapan,yang sekali-kali tidak dapat keluar darinya?
” (al An’am: 122)
Hati memiliki logika sendiri yang seringkali berbeda dengan logika
akal atau logika materi. Artinya, penerimaan, kepuasan, kebahagiaan
dan kedamaian atau penolakan, kegalauan dan kerisauan, bermula dari
keadaan hati. Jika hati ridha kepada sesuatu, maka hal itu akan
menenangkan jiwa meski di mata orang lain sulit diterima. Demikian
pula sebaliknya, jika hati menolak sesuatu, hal itu akan menyiksa jiwa
meski orang lain melihatnya bahagia.
Kemiskinan, kesendirian, penolakan orang lain karena prinsip yang kita
pegang, bahkan penjara sekalipun, akan terasa ringan jika kita ridha
dengan semua itu. Seburuk apapun ia tampak di mata orang lain. Pun
demikian sebaliknya, kekayaan, fasilitas lengkap atau dukungan orang
banyak, akan terasa menyiksa jika kita menolaknya.
Kualitas hidup tergantung lebih kepada bagaimana kita mengatur hati.
Keimanan yang kuat kepada Allah dan puas atas apapun yang kita terima
dari-Nya. Sikap bersyukur saat kita merasa lapang dan sabar saat kita
merasa sempit menjadi sikap istimewa dan mengagumkan. Ibnul Qayyim
menam-bahkan, “Siapa yang hatinya senang karena Allah, maka segala
sesuatu akan menyenangkan baginya.”

Sendi-sendi Kebahagiaan
Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang berbakti, pasti berada
dalam syurga yang penuh kenikmatan. Dan sesungguhnya orang-orang yang
durhaka pasti berada dalam neraka.” (al Infithaar: 13-14)
Kenikmatan bagi hamba yang berbakti dan siksa bagi yang durhaka, tentu
kita sudah tahu. Tapi komentar Ibnul Qayyim tentang ayat ini layak
kita perhatikan.beliau berkata, “Janganlah Anda menganggap bahwa
firman Allah ini hanya dikhususkan pada hari berbangkit saja. Tapi
sebenarnya kenikmatan itu akan dirasakan hamba-hamba yang berbakti
pada tiga periode kehidupan mereka. Pun demikian, siksa itu akan
dirasakan manusia-manusia durhaka pada tiga kehidupan mereka. Di dunia
ini, di alam barzakh dan di akhirat.”
Perbuatan baik akan memberikan kepuasan di dalam hati, sementara
perbuatan buruk akan mewariskan kegelisahan bagi pelakunya. Ini akan
terasakan di dunia ini tanpa menunggu datangnya hari akhir. Sebuah
rahasia agung tentang apa yang harus kita lakukan guna meraih
kebahagiaan hidup.

Jangan Berpaling dari Allah
Kita harus percaya bahwa iman dan amal shalih akan mewariskan
kehidupan yang baik. Sebagaimana firman Allah, “Barangsiapa yang
mengerjakan amal shalih baik laki-laki maupun perempuan dan dia dalam
keadaan beriman, maka akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.
Dan sesungguhnya akan Kami beri mereka balasan pahala yang lebih baik
dari apa yang telah mereka kerjakan.” (an Nahl: 97)
Maka barangsiapa yang bisa memperoleh keduanya dalam hidupnya, sungguh
dia telah mendapatkan anugerah agung, kenikmatan yang tiada tara.
Ibnul Qayyim melanjutkan, “Adakah kenikmatan dan kelezatan di dunia
ini yang lebih baik daripada hati yang bersih, dada yang lapang,
mengenal Allah dan mencintai-Nya, serta beramal (shalih) sesuai dengan
kehendak-Nya?” Sungguh, inilah kenikmatan dan kelezatan hakiki. Sendi-
sendi kebahagiaan yang asli dan tidak akan menipu.
Maka jangan berpaling dari Allah, jika tidak ingin mengalami
kekecewaan. Mari kita mulai membersihkan hati, berfikir positif,
mengenali Allah dan mencintai Dia, serta beramal shalih untuk sesama,
http://asuransikita.blogspot.com

———————— Yahoo! Groups Sponsor ——————–~–>
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/7EuRwD/fOaOAA/yQLSAA/vbOolB/TM
——————————————————————–~->

\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:“,1] ); //–>agar kita beroleh kebahagiaan hidup yang kita damba. Semoga.Wallahu
A’lam.

4 Tanggapan to “CARA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP”

  1. Elissa said

    the elissa

    Interesting post. I came across this blog by accident, but it was a good accident. I have now bookmarked your blog for future use. Best wishes. Elissa.

  2. jack said

    sinkronkan antara hati dan pikiran

  3. ameliya mia said

    subhanallah,,hati yg membuat segalanya jdii luas..

  4. Makasih infonya bermanfaat buat saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: