Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

Imam Sibawaihi

Posted by hafidzi pada 28 Februari 2007

Nama beliau adalah Amr ibn Ustman Qunbar, seorang budak dari Ibn Harits ibn Ka’ab ibn Amr ibn ‘Ullah ibn Malik ibn Udad, anaknya bernama Baysar dan Beliau diberi gelar dengan Sibawaihi.

Kalimat Sibawaihi menurut bahasa Persia adalah bau harum buah apel, beliau dilahirkan di daerah Baidha sebuah desa di negeri Persia berdekatan dengan Syairaz tahun 148 H bertepatan dengan tahun 765 M.

Awal mula beliau menimba ilmu pengetahuan di daerah Syairaz, kemudian dengan semangat beliau dan keinginan yang sangat kuat untuk menambah ilmu pengetahuan dibidang kebudayaan agama islam, maka beliau mendatangi negeri Bashrah, ketika itu umur beliau masih kecil.

Bertemulah Sibawaihi dengan para ahli fiqh, hadits di negeri Bashrah, dan melazimi menghadiri pengajian syaikh Hammad ibn Salmah ibn Dinar seorang ahli hadits yang sangat terkenal pada masa itu, akan tetapi karena lemahnya bacaan hadits Sibawaihi, oleh gurunya mengganti pelajaran menjadi ilmu Nahwu, dan beliau berkata” Seandainya aku seperti engkau, aku akan mencari ilmu sehingga orang-orang tidak bisa menyalahkan bacaanku”

Setelah itu Imam Sibawaihi mengambil ilmu Nahwu kepada syaikh Khalil, syaikh Yunus ibn Habib dan syaikh Isa ibn Umar dan masih banyak lagi. Sedangkan ilmu bahasa beliau mengambil kepada syaikh Abu al-Khattab al-Akhfasy

About these ads

3 Tanggapan to “Imam Sibawaihi”

  1. Aslkm Ustad

    saya (perempuan) hingga saat ini belum mendapatkan jodoh dan belum ada seseorang yang sungguh2 mau mengenal dekat dg saya, sedangkan usia saya sudah mendekati umur 30tahun.
    hal ini mungkin disebabkan kondisi fisik saya yang tidak cantik seperti umumnya, hal ini juga yang menyebabkan saya tidak percaya diri bila bertemu dengan lawan jenis. sehingga sempat terlintas di pikiran saya untuk melakukan operasi bedah plastik pada bibir saya.
    Berdasarkan penjelasan ustad pada (“Operasi Plastik, bolehkah?

    Ditulis oleh azharku di/pada Maret 21st, 2007 “).

    apakah keinginan saya tersebut diperbolehkan menurut islam dan dapat dikategorikan dalam upaya untuk menghilangkan rasa ‘ketidaknyamanan’ orang yang memandang saya’.(seperti yang diuraikan dalam artikel ustad sebelumnya).

    Demikianlah, mohon tanggapan dan penjelasan lebih lanjut.
    Terima kasih banyak.
    wasalamualaikum wr.wb

  2. sufi punk said

    Mana cerita perjanan belajar dan nuansa diwaktu beliau belajar ?

  3. Sely said

    Good

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: