Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

Tarhib Ramadhan dan Tausiah

Posted by hafidzi pada 23 September 2006

Jum’at, 23 September 2006

Sekretariat KMKM

Seperti orang-orang pada umumnya, jika menjelang bulan suci Ramadhan, banyak sekali persiapan yang dilakukan guna menyambut bulan yang penuh berkah ini, tidak ketinggalan pula dengan keluarga mahasiswa kalimantan Mesir, Tarhib Ramadhan judul yang dikemukakan pada acara kali ini, ketika saya membaca tema yang tertera di background tempat acara , “ma’an nushaffil qalba fi syahril mubaarak wa nanalul tafawwuq bi muntahal himaasah” mari kita bersama sama membersihkan hati di bulan suci yang penuh berkah ini dan mencapai prestsi dengan semangat yang tinggi, tema yang menurut saya sangat berkesan apalagi setelah melihat hasil dari ujian beberapa bulan lalu.

Pada kesempatan kali ini, teman teman panitia, yang diketuai oleh M. Riduan Banjarbaru, sudah mengatur acara sedemikian rupa demi mensukseskan acara ini, terlihat di tentatif acara dari awal sudah ada pembacaan maulid Nabi Saw. kemudian penghargaan bagi teman teman yang mencapai prestasi dengan predikat Mumtaz,Jayyid Ziddan, dan Zayyid, dengan hitungan yang banyak sungguh prestasi yang bagus dan acara terakhir ini yang menggugah hati saya, tausiah bersama Syaikh Yusuf Muhyiddin Al-Hasani, ulama besar dunia yang masih menyempatkan dirinya untuk bersilaturahmi dengan kami para mahasiswa kalimantan.

“Senang” kalimat pertama yang beliau ucapkan bisa bertemu dengan para kekasih Allah.

“Saya dulu juga pernah ke Kalimantan tepatnya di daerah Amuntai, selain bertemu dengan teman-teman Mesir, saya masih terkenang dengan Syaikh Muhammad Zaini Ghani (alm) rahimullah,Nurdin Marbu’, saya bangga sekali melihat komunitas islam disana bisa menerima saya, walaupun hanya sekali bertemu, tapi saya merasa seperti dekat sekali.” kata beliau sebagai kalimat pembuka acara.

Setelah selesai bercengkrama, beliau memulai tausiah mengenai akidah, dan kenapa diturunkannya Rasulullah Saw. untuk menyempurnakan akidah yang terdahulu, bukan untuk mengurangi sedikitpun,”Allah laisa lahu lihajah”, seperti kisah Nabi Musa As. yang berkata, “Ya Allah kenapa engkau ciptakan manusia, kalau engkau masukkan mereka ke neraka, apakah ini bukannya sia-sia?”, Allah Swt memberikan gambaran kepada Nabi Musa As. agar menanam padi, setelah panen maka banyak sekali hasilnya, yang baik akan disimpan di gudang sendangkan yang rusak (kosong) akan di bakar, begitulah Allah memberikan gambaran kepada Nabi Musa As. bahwa hambanya yang taat akan di masukkannya kesurga sedangkan yang maksiat akan di bakar karena dosa-dosanya.

“Jangan mempersulit diri dengan kerjaan yang berat, apalagi jika dibawa sampai ke esok harinya, karena kita selalu di awasi oleh syaitan, baik dari golongan jin atau manusia, kalau dari izin dengan bacaan al qur’an akan lari terbirit-birit, akan tetapi jika jin nya itu manusia, berapa banyak pun doa tidak akan lari, kecuali kita bentengi diri dengan keimanan, jika tidak, lihatlah berapa banyak orang yang terbuang-buang waktunya dengan pekerjaan yang sia-sia, terlebih lagi dia akan menyelimuti orang-orang penuntut ilmu, berhati-hatilah.”

“Idza Araftal Gaayah Haana alaika tadhiyyah” kaidah yang beliau berikan kepada orang-orang yang menuntut ilmu, tentukan tujuan maka engkau akan mudah mencapainya, sebuah kaidah yang sangat penting bagi penuntut ilmu, karena saya merasa kalau tidak ada tujuan maka akan terombang-ambing dalam kesesatan syaitan.”Tapi Ingat tujuan disini bukan menuntut ilmu karena pangkat,harta dsb, tapi imtisal li awamirillah, menjunjung tinggi perintah Allah, yakinlah rezeki akan datang sendirinya”, harapan yang beliau berikan kepada penuntut ilmu agar bersungguh sungguh dalam mencapai tujuan, “Ingatkah hadis Uthlubil Ilma minal Mahdi ilal lahdi?”, kenapa beliau mengatakan hadis ini, karena kita biasanya tertipu dengan syaitan, kenyataannya memang menuntut ilmu,” tapi niatnya untuk dunia, salah besar” kata beliau sambil mengeraskan suara.

Terakhir beliau mengingatkan kepada kami “Ma Ghayahtukum fil Azhar?”sebelum beliau mengakhiri tausiah, beliau mengingatkan agar kita menjaga amanah yang telah di berikan orang tua,murajaah ilmu yang didapat minimal 3 jam sehari, itupun masih kurang, tekadkan hati kalian dengan mencapai tujuan yang di inginkan, jangan sampai tertipu dengan ilmu syaitan”

Doa beliau pun sungguh menyentuh, karena sesuai dengan tausiah yang diberikan.

Betapa bahagianya hari itu, selain dapat bersilaturahmi, ilmu yang diberikan juga sangat bermanfaat, Seorang Syaikh besar yang sangat tawadhu, dan mencintai penuntut ilmu.

Tidak terasa dua jam sudah berlalu, tinta polpen ditangan saya pun terhenti, tangan sudah merasa lelah, tapi karena semangat beliau, tulisan saya tidak terasa memenuhi

sehelai kertas putih. Sungguh karunia yang sangat besar

Semoga kita dapat dikumpulkan bersama-sama beliau di surga, beserta para Nabi,Syuhada, Shalihin dan Rasulullah Saw. amin

3 Tanggapan to “Tarhib Ramadhan dan Tausiah”

  1. Shodiqur Rifqi ( Salikur ) said

    Aslm . Alhamdulillah bisa ketemu situs muslim kalimantan lagi , saya cuma mau kenalan aja , saya dari Buntok Kal-Teng , kini kuliah di jogja ( mohon doa nya ) , selama di Buntok , saya ikut belajar dengan Ustadz H. Ahmad Makki Lc bin H.M.Hanafi ( MT.Sabilul Muhtadin Buntok), lewat beliau lah bisa kenal Syekh Yusuf Muhyiddin , walaupun cuma dapat fotonya , tapi itu sudah senang , sebab kita ternyata punya hubungan dengan seorang ‘Ulama besar . Terima kasih . Wassalamu’alaikum

  2. DR. Irfan Noor said

    cukup bagus, tapi hendaknya anda untuk menulis sebuah biografi tentang syekh yang kiranya nanti kita semua bisa mengetahui tentang hal-ihwal daripada syekh yang ada disana

  3. ikhsan said

    Jum’at, 23 September 2006

    Sekretariat KMKM

    Seperti orang-orang pada umumnya, jika menjelang bulan suci Ramadhan, banyak sekali persiapan yang dilakukan guna menyambut bulan yang penuh berkah ini, tidak ketinggalan pula dengan keluarga mahasiswa kalimantan Mesir, Tarhib Ramadhan judul yang dikemukakan pada acara kali ini, ketika saya membaca tema yang tertera di background tempat acara , “ma’an nushaffil qalba fi syahril mubaarak wa nanalul tafawwuq bi muntahal himaasah” mari kita bersama sama membersihkan hati di bulan suci yang penuh berkah ini dan mencapai prestsi dengan semangat yang tinggi, tema yang menurut saya sangat berkesan apalagi setelah melihat hasil dari ujian beberapa bulan lalu.

    Pada kesempatan kali ini, teman teman panitia, yang diketuai oleh M. Riduan Banjarbaru, sudah mengatur acara sedemikian rupa demi mensukseskan acara ini, terlihat di tentatif acara dari awal sudah ada pembacaan maulid Nabi Saw. kemudian penghargaan bagi teman teman yang mencapai prestasi dengan predikat Mumtaz,Jayyid Ziddan, dan Zayyid, dengan hitungan yang banyak sungguh prestasi yang bagus dan acara terakhir ini yang menggugah hati saya, tausiah bersama Syaikh Yusuf Muhyiddin Al-Hasani, ulama besar dunia yang masih menyempatkan dirinya untuk bersilaturahmi dengan kami para mahasiswa kalimantan.

    “Senang” kalimat pertama yang beliau ucapkan bisa bertemu dengan para kekasih Allah.

    “Saya dulu juga pernah ke Kalimantan tepatnya di daerah Amuntai, selain bertemu dengan teman-teman Mesir, saya masih terkenang dengan Syaikh Muhammad Zaini Ghani (alm) rahimullah,Nurdin Marbu’, saya bangga sekali melihat komunitas islam disana bisa menerima saya, walaupun hanya sekali bertemu, tapi saya merasa seperti dekat sekali.” kata beliau sebagai kalimat pembuka acara.

    Setelah selesai bercengkrama, beliau memulai tausiah mengenai akidah, dan kenapa diturunkannya Rasulullah Saw. untuk menyempurnakan akidah yang terdahulu, bukan untuk mengurangi sedikitpun,”Allah laisa lahu lihajah”, seperti kisah Nabi Musa As. yang berkata, “Ya Allah kenapa engkau ciptakan manusia, kalau engkau masukkan mereka ke neraka, apakah ini bukannya sia-sia?”, Allah Swt memberikan gambaran kepada Nabi Musa As. agar menanam padi, setelah panen maka banyak sekali hasilnya, yang baik akan disimpan di gudang sendangkan yang rusak (kosong) akan di bakar, begitulah Allah memberikan gambaran kepada Nabi Musa As. bahwa hambanya yang taat akan di masukkannya kesurga sedangkan yang maksiat akan di bakar karena dosa-dosanya.

    “Jangan mempersulit diri dengan kerjaan yang berat, apalagi jika dibawa sampai ke esok harinya, karena kita selalu di awasi oleh syaitan, baik dari golongan jin atau manusia, kalau dari izin dengan bacaan al qur’an akan lari terbirit-birit, akan tetapi jika jin nya itu manusia, berapa banyak pun doa tidak akan lari, kecuali kita bentengi diri dengan keimanan, jika tidak, lihatlah berapa banyak orang yang terbuang-buang waktunya dengan pekerjaan yang sia-sia, terlebih lagi dia akan menyelimuti orang-orang penuntut ilmu, berhati-hatilah.”

    “Idza Araftal Gaayah Haana alaika tadhiyyah” kaidah yang beliau berikan kepada orang-orang yang menuntut ilmu, tentukan tujuan maka engkau akan mudah mencapainya, sebuah kaidah yang sangat penting bagi penuntut ilmu, karena saya merasa kalau tidak ada tujuan maka akan terombang-ambing dalam kesesatan syaitan.”Tapi Ingat tujuan disini bukan menuntut ilmu karena pangkat,harta dsb, tapi imtisal li awamirillah, menjunjung tinggi perintah Allah, yakinlah rezeki akan datang sendirinya”, harapan yang beliau berikan kepada penuntut ilmu agar bersungguh sungguh dalam mencapai tujuan, “Ingatkah hadis Uthlubil Ilma minal Mahdi ilal lahdi?”, kenapa beliau mengatakan hadis ini, karena kita biasanya tertipu dengan syaitan, kenyataannya memang menuntut ilmu,” tapi niatnya untuk dunia, salah besar” kata beliau sambil mengeraskan suara.

    Terakhir beliau mengingatkan kepada kami “Ma Ghayahtukum fil Azhar?”sebelum beliau mengakhiri tausiah, beliau mengingatkan agar kita menjaga amanah yang telah di berikan orang tua,murajaah ilmu yang didapat minimal 3 jam sehari, itupun masih kurang, tekadkan hati kalian dengan mencapai tujuan yang di inginkan, jangan sampai tertipu dengan ilmu syaitan”

    Doa beliau pun sungguh menyentuh, karena sesuai dengan tausiah yang diberikan.

    Betapa bahagianya hari itu, selain dapat bersilaturahmi, ilmu yang diberikan juga sangat bermanfaat, Seorang Syaikh besar yang sangat tawadhu, dan mencintai penuntut ilmu.

    Tidak terasa dua jam sudah berlalu, tinta polpen ditangan saya pun terhenti, tangan sudah merasa lelah, tapi karena semangat beliau, tulisan saya tidak terasa memenuhi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: