Catatan Akhir Kuliah

Mystery Of The Nile

Bunga Bank Konvensional Menurut Hukum Islam

Posted by hafidzi pada 11 September 2006

Senin, 28 Agustus 2006 15:59 WIB

(Keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Lampung, 1992)

Para musyawirin masih berbeda pendapatnya tentang hukum bunga bank konvensional sebagai berikut :

a. Ada pendapat yang mempersamakan antara bunga bank dengan riba secara mutlak, sehingga hukumnya haram.
b. Ada pendapat yang tidak mempersamakan bunga bank dengan riba, sehingga hukumya boleh.
c. Ada pendapat yang mengatakan hukumnya shubhat (tidak indentik dengan haram).

Pendapat pertama dengan beberapa variasi antara lain sebagai berikut :
a. Bunga itu itu dengan segala jenisnya sama dengan riba sehingga hukumnya haram.
b. Bunga itu sama dengan riba dan hukumnya haram. Akan tetapi boleh dipungut sementara belum beroperasinya sistem perbankan yang Islami (tanpa bunga).
c. Bunga itu soma dengan riba, hukumnya haram. Akan tetapi boleh dipungut sebab adanya kebutuhan yang kuat (hajah rojihah).

Pendapat kedua juga dengan beberapa variasi antara lain sebagai berikut:
a. Bunga konsumtif sama dengan riba, hukumnya haram, dan bunga produktif tidak sama dengan riba, hukumnya halal.
b. Bunga yang diperoleh dari bank tabungan giro tidak sama dengan riba, hukumnya halal.
c. Bunga yang diterima dari deposito yang dipertaruhkan ke bank hukumnya boleh.
d. Bunga bank tidak haram, kalau bank itu menetapkan tarif bunganya terlebih dahulu secara umum.

Mengingat warga NU merupakan potensi terbesar dalam pembangunan nasional dan dalam kehidupan sosial ekonominnya, diperlukan adanya suatu lembaga keuangan sebagai pempinjam dan Pembina yang memenuhu persyaratan-persyaratan sesuai dengan keyakina kehidupan warga NU, maka dipandang perlu mencari jalan keluar menentukan sistem perbankan yang sesuai dengan hukum Islam yakni bank tanpa bunga dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. sebelum tercapainya cita-cita di atas, hendaknya sistem perbankan yang dijalankan sekarang ini harus segera diperbaiki.

2. Perlu diatur :1) Dalam penghimpunan dana masyarakat dengan prinsip.
a). Al-Wadi’ah (simpanan) bersyarat atau dlaman, yang digunakan untuk menerima giro (current account) dan tabungan (saving account) serta pinjaman dari lembaga keuangan lain yang menganut sistem yang sama.
b). Al-mudlarabah.

Dalam prakteknya, bentuk ini disebut investment account (deposito berjangka), misalnya 3 bulan, 6 bulan dsb. yang pada garis besamya dapat dinyatakan dalam:
1. General investment account (GIA)
2. Special investment account (SIA)

2). Dalam Penanaman dana dan kegiatan usaha :

a. Pada garis besamya ada 3 kegiatan yaitu :
– Pembiayaan proyek.
– Pembiayaan perdagangan perkongsian
– Pemberian jasa atas dasar upaya melalui usaha patungan, profit sharing dsb.

b. Untuk proyek financing sistem yang dapat digunakan antara lain :
1. Mudharabah muqaradhah
2. Musyarakah syirkah
3. Murabahah
4. Pemberian kredit dengan service change (bukan bunga)
5. Ijarfah
6. Bai’uddain, termasuk di dalamnya bai’ussalam
7. Al-qardul hasan (pinjaman kredit tanpa bunga, tanpa service change)
8. Bai’u bitsumanin aajil

c. Untuk aqriten participation, bank dapat membuka L C (Letter of Credit) dan pengeluaran surat jaminan. Untuk ini dapat ditempuh kegiatan atas dasar:
1. Wakalah
2. Musyarakah
3. Murabahah
4. Ijarah
5. Sewa – beli
6. Bai’ ussalam
7. Al-bai’ul aajil
8. Kafalah (garansi bank)
9. Warking capital financing (pembiayaan modal kerja) melalui purshase order denganmenggunakan prinsip murabahah.

d. Untuk jasa-jasa perbankan (banking service) lainnya, seperti pengiriman dan transfer uang, jual beli valuta danpenukarannya dll., tetap dapat dilaksanakandengan prinsip tanpa bunga.

About these ads

9 Tanggapan to “Bunga Bank Konvensional Menurut Hukum Islam”

  1. januardi said

    ceritanya kurang bagus aja deh gitu loh

  2. mira daez cute said

    owgh…
    kurang lengkap niegh….

  3. khoirul umam said

    bunga bank ityu haram kenapa???????????????????????????????/

  4. Rennita Aprilliya said

    alah informasine kurang lengkap….

  5. aan said

    di lengkapi donk…….
    kurang memuaskan………
    kenapa bunga bank itu haram???????????????????

  6. hamba Allah said

    ditempatku ada perkumpulan ibu-ibu yang tiap minggu ngadain pertemuan. disitu pada nabung. disitu para anggota boleh pinjam uang dengan bunga 10%. di akhir tahun,semua hasil dari tabungan+bunga pinjaman dibagi rata sesuai tabungan yang dimiliki. misalnya, tiap minggu per nabung Rp.500,- dapat hasil Rp.50.000,-.jadi yang nabungnya banyak,ya dapetnya banyak. saya bingung, itu termasuk riba atau tidak? yang nulis tabungan, di akhir periode juga dapat gaji dari pangembangan uang itu untuk jerih payahnya. gak banyak sih..apa itu juga termasuk riba? binguung nie..

    • ikhwan said

      ini artikel gak jelas bawa-bawa nama munas NU emang orang-orang asli NU berani bilang kalau bunga bank itu boleh bukan haram??????????

  7. Adit said

    fatwa mui nomor 1 th 2004, bunga bank adalah riba , hukumnya haram.

  8. Nink said

    Jadi yG Bner tuch Mana..? Jdi bINgung.

Maaf, form komentar ditutup saat ini.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: